Portal Sumsel

Capaian Pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2022 di Wilayah Hukum Polda Sumsel

182
×

Capaian Pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2022 di Wilayah Hukum Polda Sumsel

Sebarkan artikel ini
Capaian Pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2022 di Wilayah Hukum Polda Sumsel
Puluhan senpi ilegal yang telah berhasil diamankan Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran. (Photo. Istimewa)

PALEMBANG — Kegiatan operasi Senpi Musi 2022 secara serentak di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) telah terlaksana.

Dalam pelaksanaan kegiatan Operasi Senpi Musi 2022 ini, Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran berhasil mengamankan puluhan senjata api (senpi) ilegal, baik laras pendek maupun panjang. Hal ini dikatakan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi, Sabtu (12/3) di Mapolda Sumsel.

Scroll kebawah untuk lihat konten

“Dari hasil laporan analisa dan evaluasi ke-XVII di akhir pelaksanaan kegiatan operasi senpi Musi 2022 kita mengamankan puluhan senpi dan juga turut mengamankan pelakunya, ” ujarnya.

Terhitung sejak 14 Februari hingga 2 Maret 2022 ungkap kasus TO maupun non TO ops senpi 2022 secara total berhasil mengungkap 54 kasus dengan mengamankan 54 orang.

“Dari tangan pelaku inilah kita berhasil mengamankan senpi baik jenis pendek maupun panjang. Untuk jenis pendek yang kita amankan sebanyak 27 pucuk dan laras panjang ada 32 pucuk senjata,” ungkapnya.

Selain itu, ada puluhan butir amunisi berhasil diamankan.

“Untuk amunisinya sendiri ada sekitar 19 butir untuk laras pendek dan 83 butir laras panjang,” imbuhnya.

Dia menyebut, dari tiga polres yakni Polres Prabumulih, Polres Lubuk Linggau, dan Polres Pagaralam dalam pelaksanaan operasi Senpi Musi 2022, hanya Polres Pagaralam yang nihil. Sedangkan untuk kedua polres lainnya, masing-masing mampu mengungkap satu kasus dan menangkap satu pelaku.

“Polres Prabumulih berhasil mengamankan dua pucuk senjata pendek dengan amunisi sebanyak 25 butir, sedangkan Polres Lubuk Linggau berhasil mengamankan satu pucuk senjata pendek dengan 28 butir amunisi.

Kabid Humas Polda Sumsel menyampaikan bahwa operasi yang dilakukan ini bertujuan menertibkan senpi tanpa izin atau ilegal, yang dimiliki masyarakat untuk menekan angka kriminalitas seperti kejahatan dengan kekerasan dengan mengunakan senpi, penganiayaan, pembunuhan serta gangguan kamtibmas lainnya.

Ia memastikan operasi ini akan rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan Harkamtibmas yang kondusif

“Hal ini akan terus dilakukan untuk menekan angka kriminalitas yang ada di wilayah Sumsel. Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat yang masih menyimpan atau memiliki senpi ilegal, rakitan, segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian terdekat bila tidak ingin berurusan dengan hukum,” jelasnya.

Menurutnya, kejahatan yang terjadi dari kepemilikan senpi ilegal ini yakni kasus pembunuhan, perampokan, akibat penyalahgunaan oleh masyarakat, oleh karena itu ops ini perlu terus digalakkan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin dan mencegah terjadinya penyalahgunaan senpi oleh masyarakat sipil atau orang yang tidak memiliki dokumen yang sah oleh Pemerintah dalam hal menyimpan, memiliki, dan menggunakan senjata ilegal itu,” urainya.

Oleh karena itu ia menekankan sekaligus menghimbau kembali kepada masyarakat yang hingga kini masih memiliki senpira untuk segera menyerahkan secara sukarela. (Hadi ST)