Kapolda Sumsel Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Kaum Difabel

Kapolda Sumsel Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Kaum Difabel

PALEMBANG – Melalui kegiatan Vaksinasi, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Toni Harmanto, didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol.Rudi Setiawan, S.I.K., SH., MH., Karoops Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Kamaruddin, M.Si., Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Trisasono, S.I.K., M.Si., Kabiddokkes Polda Sumsel Kombes Pol. dr. Syamsul Bahar, M.Kes, tinjau lokasi vaksinasi terhadap kaum difabel masyarakat kita Palembang yang bertempat di kawasan Pasar Modern OPI Mall Jekabaring Palembang, Selasa (2/11/2021).

Dalam melaksanakan program ‘Keroyok Vaksin’, orang nomor satu di Polda Sumsel ini targetkan 70 persen masyarakat Sumsel telah divaksin.

“Untuk pencapaian target, kami melangsungkan program ‘Keroyok Vaksin’, dan Palembang sendiri sudah mencapai 67 persen dan target kita 70 persen. Ini hanya tinggal beberapa hari lagi dan ini akan kita berlakukan untuk seluruh kabupaten kota, se-Sumatera Selatan,” kata Kapolda Sumsel melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Drs. Supriadi, MM.

“Herd Immunity yang dicapai dalam waktu dekat”, tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa disetiap areal publik harus memberlakukan program peduli lindungi. “Tujuannya agar semua warga masyarakat termasuk kaum difabel yang ada di kota Palembang Sumsel umumnya dipastikan sudah divaksin”, jelasnya.

Dia menyebut, ada 3000 dosis untuk pelaksanaan vaksinasi hari ini.

“Untuk hari ini, kita siapkan 3000 vaksin dan itu hanya berlangsung satu hari saja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meski masih ada masyarakat yang takut untuk divaksin, namun masyarakat juga harus menyadari pentingnya menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga.

“Peranan media dalam menyampaikan informasi mengenai vaksin sangatlah penting. Dari itu kita tetap melakukan sosialisasi vaksin, prokes dan seberapa banyak covid,” lanjutnya.

“Kita harapkan semua masyarakat sudah divaksin, dengan program vaksinasi yang kita sediakan untuk masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (Hadi ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: