Terkena Malaria, 5 Warga Purworejo Menghembuskan Nafasnya

Terkena Malaria, 5 Warga Purworejo Menghembuskan Nafasnya
Ilustrasi

PURWOREJO – Hati hati bahwa wabah malaria di Kabupaten Purworejo, mencapai angka tertinggi sejak lima tahun terakhir. Sebanyak 496 orang positif, lima diantaranya meninggal dunia karena telat mendapat penanganan medis.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Ekaningtyas, mengungkapkan, lonjakan malaria berawal dari penemuan kasus positif di Desa Benowo Kecamatan Bener, Mei 2021.

“Terus kami lakukan testing tracing,” katanya, Jumat (17/12/2021).

dalam waktu singkat, Dinas kesehatan menemukan puluhan kasus baru di wilayah tersebut. Paling banyak di Desa Wadas, Kecamatab Bener, disusul Kecamatan Loano dan Kecamatan Kaligesing.

Eka, mengatakan, pihaknya tidak mengira akan ledakan malaria di Purworejo pada tahun ini. Pasalnya, jarang bahkan tidak sama sekali ditemukan kasus positif malaria lokal.

“Kita sudah mau eliminasi (kasus malaria),” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Eka, tingginya angka penyebaran malaria kali ini disebabkan oleh banyaknya orang dari luar kota yang masuk di wilayah Purworejo, tanpa terdeteksi pihak pemerintah.

“Karena ada ketegangan di Desa Wadas (penolakan tambang), kami kesulitan masuk. Setelah ditelusuri, awal mula ada kasus malaria ya di Wadas,” katanya.

Dikatakan, petugas kesehatan kesulitan masuk di wilayah Wadas, untuk meminimalisir resiko dan melakukan tindakan pencegahan.

“Sehingga disana kasus (malaria) paling banyak,” ucapnya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya malaria. Apalagi sekarang banyak orang yang menganggap malaria adalah penyakit ringan, padahal dapat mematikan.

“Sudah lima orang yang meninggal,” sebutnya.

Adapun gejalanya, lanjut Eka, meliputi demam, pegal, mual, atau tidak enak badan yang tidak kunjung baik.

“Segera periksakan jika ada gejala,” kata Eka.

Masyarakat dapat meminta bantuan petugas Juru Malaria Desa (JMD) apabila membutuhkan. Tidak kurang dari 45 orang JMD disiagakan di wilayah rawan malaria.

“Waspada, minimalisir bepergian ke tempat rawan (malaria) terutama malam hari, karena nyamuknya berbahaya pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi,” katanya. (Fauzi)

error: