38 Paguyuban Malang Raya Dorong UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Sebagai Kesenian Asli Indonesia

38 Paguyuban Malang Raya Dorong UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Sebagai Kesenian Asli Indonesia
Penampilan Reog Ponorogo di Dewan Kesenian Kota Malang.

KOTA MALANG  – Klaim yang dilakukan oleh negara Malaysia bahwa Reog adalah kesenian asli negaranya membuat geram para pelaku seni Reog dan masyarakat Ponorogo Jatim pada umumnya. Seperti diketahui kesenian Reog Ponorogo adalah kesenian yang asli berasal dari kota ini, hal tersebut berdasarkan dari catatan sejarah dan juga cerita turun temurun masyarakat Ponorogo. Sabtu (23/04/2022)

Kegeraman pelaku seni Reog dan masyarakat Ponorogo diwujudkan dengan pertujukkan 40 Reog semalam suntuk yang dilakukan di depan Paseban Alun – alun Ponorogo pada (08/04/2022) lalu. Tidak hanya di kota asal Reog saja, pada sore hari ini di Kota Malang tepatnya di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) berkumpul 38 paguyuban seni Reog Ponorogo Semalang Raya.

Menurut Adi Sawaluddin ketua dari Komunitas Pemuda Pengiat Seni Reog Ponorogo Malang Raya (KPPS RPMR) ” kita berkumpul di DKM hari ini adalah sebagai wujud dukungan pemerintah serta medorong UNESCO untuk segera menetapkan Reog Ponorogo sebagai warisan seni asli Indonesia “.

” Kenapa gelaran ini juga kami lakukan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap Malasyia yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo asli dari negara mereka. Padahal dari banyak catatan sejarah dan cerita turun temurun dari leluhur menyebutkan bahwa Reog Ponorogo berasal dari Ponorogo “.

” Selain itu gelaran ini juga sebagai ajang silahturahmi, setelah hampir 2 tahun ini kami fakum. Kedepannya kami berharap untuk pemda bisa membuat even rutin bagi pelaku seni Reog Ponorogo dan juga untuk seni – seni asli dari Indonesia, agar tidak ada lagi klaim dari negara lain akan seni budaya asli negara yang kita cintai ini.” Pungkas pria yang masih berusia 30an. (Junaedi)

error: