Oknum Perangkat Desa Tlahab Kidul Ditengarai menjadi Agen E-Warong

  • Bagikan
E-Warong yang berada di rumah Kadus IV Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Foto : Trs/Portal Indonesia)

PURBALINGGA – Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Purbalingga sepintas seperti biasa. Namun ketika ditelisik lebih dalam disinyalir terdapat pelanggaran di Pedum (Pedoman Umum) Pengadaan BPNT.

Padahal dalam Penyaluran BPNT, dalam Pedum telah diatur secara gamblang bahwa program sembako melarang ASN (termasuk TNI dan Polri), kepala desa/lurah, perangkat desa/aparatur kelurahan, anggota BPD, Tenaga Pelaksana Bansos Pangan dan SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan, baik perorangan maupun berkelompok membentuk badan usaha, tidak diperbolehkan menjadi E-Warong, mengelola maupun menjadi pemasok E-Warong.

Dugaan pelanggaran Pedum ditengarai terjadi, salah satunya di wilayah Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Dimana salah seorang perangkat desa setempat menjadi Agen BPNT atau E-Warong.

Berhembusnya rumor di masyarakat yang menyebut salah seorang perangkat desa menjadi agen E-Warong sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Diduga, oknum perangkat desa tersebut menggunakan nama sang istri untuk ikut “berbisnis” E-Warong.

Berkaitan dengan hal tersebut saat diklarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (24/11/2021) siang, perangkat desa berinisial Rus yang juga menjabat sebagai Kadus (Kepala Dusun) IV Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, meski membalas WhatsApp wartawan cukup lama, akhirnya  menyebut jika usaha E-Warong di rumahnya adalah milik istrinya.

Padahal, belum lama ini saat awak media melakukan cross check ke rumahnya saat pembagian BPNT kepada KPM, Rus nampak paling sibuk melakukan distribusi dan pendataan KPM di Dusun Kemojing RT 02 RW 08 yang merupakan wilayahnya. (trs)

468 Views
  • Bagikan
error: