Komitmen Sri Untari Dalam Rapat Kerja Daerah Yang Dihadiri AKD Kabupaten Malang

  • Bagikan

MALANG RAYA|portal-indonesia.com,-
Dalam acara Rapat Kerja Daerah ke-II Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Malang Tahun 2021, yang berlangsung di Ballroom Hotel Savanna, Kota Malang,pada hari Minggu (21/11/2021), Sri Untari menyampaikan komitmen nya ,untuk membantu para kepala desa dalam mengelola dan memanajemen pemerintahan desa.

Hal itu dikatakan oleh Sri Untari,dalam tulisannya yang diunggah dan diviralkan lewat akun medsosnya.Dan dirilis awak portal,Selasa (23/11/2021)

“Saya ingatkan pada mereka, pengelolaan dan manajemen pemerintahan desa ini menjadi hal yang wajib dikuasai, mengingat besarnya dana yang telah dikucurkan oleh melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang keduanya bersumber dari APBN dan APBD. Semata-mata untuk memajukan dan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat di desa.” ujar Sri Untari dalam tulisannya.

Menurut Sri Untari. Semua dana desa juga dana DD dan ADD, untuk dikelola dengan sangat baik. Kalau seandainya perlu membutuhkan konsultan, nanti di beberapa teman-teman DPRD Kabupaten Malang itu punya pemahaman yang baik mengenai akuntansi pemerintahan.

Dirinya juga meminta kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Malang, untuk benar-benar memperhatikan dan mematuhi aturan-aturan hukum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah mengenai tata cara pengelolaan pemerintahan desa.

“Termasuk bagaimana pengelolaan keuangan dan pengelolaan desa itu, mohon teman-teman perhatikan. Karena kami tidak ingin ada teman-teman pada desa yang kemudian menderita karena hal-hal ini. Panjenengan sudah bekerja dengan luar biasa.”pesan Unrari.

Ditambahkan dan ditekankan olehnya,bahwa Pemerintah Kabupaten Malang hari ini, juga memiliki komitmen yang sangat kuat untuk membangun desa.

Maka dia menyampaikan, adalah tugas daripada setiap Kepala Desa yang ada untuk kemudian bisa merancang model pembangunan desa terbaik bersama-sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan seluruh masyarakat di wilayah kerjanya.

Termasuk di dalamnya, perencanaan pembangunan di wilayah desa masing-masing harus juga turut memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan, terang dia, merupakan akibat dari rencana pembangunan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
(galih)

122 Views
  • Bagikan
error: