Pemda DIY Diminta Berinovasi dan Lakukan Terobosan untuk Capai Target Tiga Indikator Penting

  • Bagikan
Public hearing penyusunan RAPBD DIY 2022 di DPRD Jalan Malioboro (Foto : Bambang S/Portal lndonesia)

YOGYAKARTA – Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana minta agar pemda setempat melakukan inovasi dan terobosan untuk mencapai target tiga indikator utama, yakni peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), rasio gini,  dan penurunan angka kemiskinan.

“Pemda DIY harus mengubah paradigma program pemberantasan kemiskinan. Selama ini, program pengentasan kemiskinan bertumpu pada pemerintah pusat berupa PKH (program keluargta harapan), bantuan sembako, beasiswa dan macam-macam,” kata Huda didampingi Suharwanta,  saat memimpin rapat dalam public hearing Rancangan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY 2022 di DPRD Jalan Malioboro,  Senin (25/10/2021).

Huda minta Pemda DIY mengkonsolidasikan pengentasan kemiskinan dengan program-program dari bawah. Dengan harapan RAPBD DIY 2022 dapat segera disahkan. “Sebelum akhir tahun harapannya selesai, sehingga awal tahun bisa diaplikasikan,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam public hearing Rancangan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY 2022  menyampaikan, akibat pandemi Covid-19, Pemda DIY kemungkinan tidak akan berhasil dalam program pengentasan kemiskinan. Akibat pandemi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2017-2022 tidak berjalan sesuai rencana. Selain kemiskinan, dua program lain yang disebutkan  sulit  tercapai yaitu peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan rasio gini. “Pandemi Covid-19 berdampak berat pada variabel pendukung ketiga hal itu,” ungkap Baskara Aji.

Disebutkan  IPM DIY pada 2020 mencapai angka 79,97 atau di peringkat kedua tertinggi secara nasional. Di dalam RPJMD 2017-2022 peningkatan IPM ditargetkan mencapai angka 81,4 di 2021 dan 81,68 tahun 2022. “IPM DIY berada pada peringkat dua setelah DKI Jakarta. Sedangkan capaian pengentasan kemiskinan tahun lalu persentasenya 12,8 persen. Tahun 2021 ditargetkan 8,07 persen. Namun  karena pandemi, target sebesar 7,08 persen pada tahun 2022 rasanya sulit tercapai,” kata Sekda Baskara Aji yang didampingi Kepala Badan Pengelolaaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Wiyos Santoso beserta jajaran Bappeda DIY.

Sekda menambahkan target capaian indeks rasio gini 0,3705 pada 2021, dan meningkat menjadi 0,3635 juga sulit dipenuhi. Dengan angka rasio gini 2020 yaitu 0,437, selisih antara target dan capaian adalah sesuatu yang fantastis.

Baskara Aji mengakui kesenjangan di DIY memang cukup tinggi, meskipun beberapa waktu ini pertumbuhan ekonomi menyentuh angka 11,8 persen. Meski sulit, namun menurutnya Pemda DIY akan mencoba mencapai target tiga indikator penting tersebut. (bams)

14 Views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: