Obyek Wisata Kaliurang dan Kaliadem Mulai Dibuka Lagi

  • Bagikan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (tengah) saat mengunjungi obwis Kaliurang (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Setelah hampir satu setengah tahun obyek wisata Kaliurang dan Kaliadem yang terletak di lereng gunung merapi wilayah kabupaten sleman dinyatakan tertutup untuk kunjungan wisatawan, kini kedua obyek wisata tersebut mulai boleh dikunjungi wisatawan lagi. Oleh karena itu, tiket masuk obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab Sleman tersebut, mulai diberlakukan lagi.

“Dengan mulai dibukanya obyek wisata alam tersebut, diharapkan kunjungan wisata mulai ramai, sehingga roda perekonomian warga yang tinggal di kawasan obyek wisata tersebut bisa segera pulih kembali,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, usai meninjau obyek wisata Kaliurang, Minggu (24/10/2021).

Menurut Kustini, dibukanya obyek wisata Kaliurang dan Kaliadem tersebut, karena pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sleman sudah menurun dari level 3 menjadi 2, yang berarti kasus covid di Sleman sudah menurun drastis.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan kasus covid bisa naik lagi, yang semua itu sangat tergantung dari sikap atau perilaku masyarakat sendiri. Oleh karena itu, untuk mencegah mewabahnya kembali pandemi covid-19, maka para wisatawan yang berkunjung di berbagai obyek wisata yang ada di Sleman harus tetap menggunakan protokol kesehatan yang berlaku.

Selain membuka obyek wisata di Kaliurang dan Kaliadem, Pemkab Sleman juga akan segera membuka obyek wisata candi yang ada di Sleman. Diantaranya obyek wisata Candi Banyunibo, Candi Ijo dan dan obyek wisata Candi Sambisari.

Sementara untuk wisata yang dikelola masyarakat, Kustini menyebut boleh kembali dibuka dengan ketentuan, obyek wisata yang dikelolanya telah memiliki screening peduli lindungi dan menerapkan prokes.

“Pada prinsipnya semua destinasi wisata di Sleman yang sudah memiliki sertifikat CHSE atau Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability, dan operasionalnya menerapkan aplikasi Visitingjogja, akan diijinkan melakukan pembukaan destinasi dengan kapasitas pengunjung maksimal 25%,” tegas Kustini.

Sementara Destinasi wisata yang belum memiliki sertifikat CHSE, dapat melakukan uji coba operasional terbatas dengan kapasitas pengunjung maksimal 25%, menerapkan sistem reservasi dan screening Kesehatan standart PeduliLindungi kepada para wisatawan yang berkunjung melalui aplikasi Visiting Jogja. (Brd)

4 Views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: