Surabaya Sudah di Level 1, Warganya Tetap Patuh Pakai Masker

  • Bagikan
Tukar kenang-kenangan usai acara kunjungan di Pemkot Surabaya (Ist)

SURABAYA – Meski dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Surabaya  sudah berada di level 1,  tapi warga setempat tetap patuh menjalankan prokes, khususnya  tertib dalam memakai  masker  di tempat umum.

“Kami gencar melakukan operasi. Kalau warga kedapatan tidak pakai masker, langsung diswab. Jika hasil swab positif, kami isolasi,” tutur Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Pemkot Surabaya, Yusuf Masruh, saat menerima kunjungan wartawan Unit DPRD DIY dalam press tour  di Pemkot Surabaya, Senin (18/10/2021).

Kunjungan wartawan DPRD DIY ke Surabaya disertai Sekretariat DPRD dan dari Komisi A DPRD DIY, dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Suwardi. Tujuan kunjungan kerja ini untuk mencarti tahu langkah penanganan Covid di Kota Surabaya, yang dinilai berhasil dalam menekan penyebaran Covid.

Yusuf menuturkan pada Juni dan Juli lalu Covid cukup mengganas di Surabaya. Karena itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu woro-woro dan tracing di wilayah masing-masing.

Pemkot setempat juga membentuk Kampung Wani, beranggotakan warga untuk terjun langsung dalam penanganan Covid di wilayahnya. “Kalau yang mengingatkan warganya sendiri,  kan lebih mudah,” kata dia.

Gerakan penanggulangan penyebaran Covid agar tidak terus menjalar itu, dilakukan sampai tingkat RT/RW. Selain itu juga dilakukan tes swab massal secara gratis.

Dibarengi dengan disiapkan tempat atau  lokasi isolasi terpadu (isoter) untuk menampung warga yang positif. Antara lain menempati isoter Asrama Haji Sukolilo, yang muat menampung hingga 800 orang.

Wartawan Unit DPRD DIY saat diterima Pemkot Surabaya

Bahkan, menurut Yusuf, saat puskesmas diberlakukan buka 24 jam, sejumlah  mobil dinas Pemkot Surabaya terpaksa difungsikan menjadi ambulans dan mobil jenazah. Juga, sempat diterapkan denda Rp 125 ribu bagi warga yang kena razia karena kedapatan tidak mengenakan masker.

Terakhir, uang masuk dari denda yang dikumpulkan disebutkan telah mencapai sejumlah Rp 13 milar.

Sementara itu Suwardi mengapresiasi tinggi langkah Pemkot Surabaya yang dinilai berhasil dalam penekan penyebaran Covid di daerahknya, sehingga saat ini mendekati level 1. “Ini merupakan program yang baik sekali,” puji Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY dari Partai Golkar itu. (bams)

3 Views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: