Kades Barongan Kudus Dilaporkan Polisi

  • Bagikan
Yoyon Sumantri (Foto : Suprapto/Portal lndonesia)

KUDUS – Kepala Desa Barongan, Kecamatan Kota/ Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Bambang Juniatmoko dilaporkan kepada Kapolres Kudus, karena diduga melakukan tindak penipuan dan keterangan palsu.

Pelapornya : Yoyon Sumantri, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tinggal Desa. Kramat Besar RT 08 RW 04 No. 357, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

“ Saya juga melaporkan pasangan suami isteri Liep Bowo atas dugaan mencaplok tanah milik almarhum bapak saya, Ini laporannya dan ini surat jawaban dari Polres Kudus. Polres telah menunjuk Ipda Hendro Santiko dan Bripka Zaenal Arifin untuk menindaklanjuti laporan saya, : tutur Yoyon yang dihubungi Portal Indonesia, Selasa ( 19/10/2021).

Laporan tertulis kasus Kepala Desa Barongan tertanggal 16 Agustus 2021(penipuan, penggelapan, penyalah gunaan wewenang).

Kasus yang menyangkut suami isteri Liep Bowo tertanggal 28 September 2021. Sedang balasan surat dari Polres Kudus untuk kasus Kades Barongan tertanggal 6 September. Lalu kasus Liep Bowo.

Pihak Polres Kudus belum memberikan jawaban. Dalam laporan tertulis tersebut , diawali ketika ia meminta data serta keterangan dari Bambang Juniatmoko dan kemudian dijelaskan tanah milik Gunadi (ayahnya) di Blok 6 Persil 24 nomor 12 kelas D II blok Dalangan .( seputaran Jalan Gatot Subroto nomor 2 Kudus ).

Sesuai buku C Desa Barongan nomor 82. Ternyata berkas yang diberikan- ditunjukkan Bambang tersebut ternyata milik Goenadi Sastroprawiro.

“ Bukan Gunadi ayah saya dan lokasinyapun berjauhan. Sekitar satu kilometer.
Apa yang dilakukan Bapak, Bambang Juniatmoko tersebut tentu merupakan tindakan penipuan/pemberian informasi palsu, dimana imbas dari penipuan tersebut adalah saya dirugikan secara perdata baik moril, waktu maupun materi.” tuturnya sesuai yang dilaporkan kepada polisi.

Menurut pengakuan Yoyon Sumantri, pada awal 2021 sejumlah petugas Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Kudus datang ke Jalan Gatot Subroto nomor 2. Namun petugas itu “balik kanan”, karena tanah yang hendak diukur, ternyata berbeda kepemilikan dan berbeda pula letaknya.

Jalan Gatot Subroto Kota Kudus (Foto : Suprapto/Portal Indonesia)

Tanah yang hendak diukur milik Gunadi Sastro Prawiro seluas sekitar 860 meter persegi. Tapi tanah itu tidak berada di Jalan Gatot Subroto nomor 2,. Melainkan di seputar Jalan Sosrokartono. Letaknya sekitar 600- 700 meter dari Jalan Subroto, meski secara administrasi masuk wilayah Desa Barongan.

Salah satu cucu Gunadi Sastro Prawiro, seorang laki laki berbadan gemuk berkacamata yang ditemui membenarkan, tanah, pekarangan dan rumah seluas sekitar 860 meter persegi yang ditempati keluarganya itu adalah milik almarhum Gunadi Sastro Prawiro. “Beliau meninggal pada sekitar tahun 1994. Bapak saya juga telah meninggal” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya memang pernah didatangi Sekretaris Desa (Sekdes) Barongan yang diutus Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko, untuk meminta foto copy sertifikat tanah milik Gunadi Sastro Prawiro.

“Saya tidak tahu untuk apa foto copy tersebut. Namun yang pasti tanah yang kami tempati adalah tanah milik almarhum. Ahli waris almarhum tidak ada yang bernama Yoyon Sumantri dan lokasi tanah ya di sini ini. Kami tidak mau dilibatkan dalam persoalan ini” ujarnya sambil memperlihatkan rumah dan tanah yang dimaksud. Namun keberatan untuk diambil fotonya.

Sedang kondisi di Jalan Gatot Subroto, khususnya di nomor 2, yang semula ditempati markas/kantor Corp Polisi Militer (CPM) kini sudah berubah menjadi pertokoan. (Suprapto)

9 Views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: