Kapolresta Malang Beri Atensi Khusus Perkara Penjabelan Motor Milik Jurnalis

  • Whatsapp
Sutikno didampingi kuasa hukum, saat melaporkan perkara penjabelan motor miliknya.

KOTA MALANG  portal-indonesia.com – Kejadian penjabelan (penarikan jaminan) motor oleh leasing dialami oleh Sutikno, seorang jurnalis sebuah media online.

Peristiwa yang dialami warga Jl. LA. Sucipto kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang ini terjadi pada Sabtu (09/10/2021) di Jl. Merdeka Utara Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Sutikno menceritakan awal kejadian yang dialaminya.

“Pada awalnya saya mau melaksanakan tugas liputan. Namun saat tiba di Jl. Merdeka Utara, saya dihadang oleh 5 orang diduga dari salah satu leasing, kelima orang tersebut bertubuh kekar dan sangar. Memang mereka tidak berupaya untuk melakukan perampasan terhadap motor saya, mereka meminta saya untuk datangi kantor leasing untuk selesaikan permasalahan ini. Saya pun menuruti dan mendatangi kantor leasing tersebut, karena saya mempunyai track record dalam hal angsuran motor saya. Di kantor leasing saya ditemui oleh staf dan berbincang soal penyelesaian masalah motor saya. Akan tetapi ketika mau meninggalkan kantor leasing, saya kaget motor saya sudah dirantai dan di gembok. Akhirnya saya pulang dengan naik ojek online, karena setelah meminta kejelasan kenapa motor saya di rantai dan pihak kantor leasing juga tidak bisa berikan jawaban”, tutur Sutikno.

” Saya sebagai konsumen sangat kecewa dengan apa yang pihak leasing lakukan terhadap motor saya. Padahal saya sudah beritikad baik untuk datangi kantor leasing dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Memang dalam 3 bulan ini saya kesulitan ekonomi untuk membayar cicilan (angsuran) motor saya. Karena perlakuan pihak leasing sudah sangat merugikan dan tidak menghargai itikad baik saya, pada hari ini saya melaporkan pihak leasing ke Mapolresta Malang.” ungkapnya dengan raut kecewa.

Kuasa hukum Sutikno, Andi Rachmanto dari LBH Malang yang mendampingi Sutikno saat melakukan pelaporan mengatakan kliennya sangat kecewa dan dirugikan dalam perkara ini. “Apalagi penjabelan dan penarikan motor oleh leasing juga sudah menjadi atensi serius pihak Kepolisian”, ujarnya.

Andi mengatakan dalam putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 dan putusan MK Nomor 2/PUU-XIX/2021 sangat jelas tertulis pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia hanya dapat dilakukan melalui Pengadilan Negeri (PN). “Itupun jika tidak ada titik temu antara kreditur dan debitur. Namun klien kami sudah beritikad baik mendatangi kantor leasing tersebut dan berusaha menyelesaikan masalah angsuran motornya. Jangan main rantai dan gembok motor klien kami. Ketika tim kami mendatangi kantor leasing guna mempertanyakan terkait motor klien kami, tim kami malah disuruh ke kantor Singosari, padahal jelas locus kantornya ada di Jl. Buring Kota Malang. Kami sangat menyayangkan masih adanya praktik – praktik premanisme berkedok leasing di Kota Malang. Sebetulnya semua permasalahan dapat diselesaikan secara baik dan tidak perlu adanya perlakuan semena-mena seperti ini”, beber pengacara muda dan juga mantan jurnalis ini.

Sementara Kapolresta Malang AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si mengatakan pihaknya telah menerima pelaporan dari teman jurnalis mengadukan sebuah leasing yang dengan sepihak merantai motor milik jurnalis tersebut.

“Pastinya akan kita atensi dan akan kami tindaklanjuti secepatnya pelaporan tersebut”, ucap Kapolresta Malang singkat. (Junaedi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan