GL Zoo Mulai Buka Biasa, Anak di Bawah 12 Tahun Dibolehkan Masuk

  • Whatsapp
Orangtua dan kedua anaknya di pintu masuk GL Zoo (Foto : Bambang S/Portal lndonesia)

YOGYAKARTA – Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) Yogyakarta mulai buka biasa sejak Senin (11/10/2021), setelah sempat tutup dan hanya melayani pengunjung pada Sabtu dan Minggu saja. Sejak dibuka normal dan dibolehkan anak di bawah usia 12 tahun masuk ke objek wisata keluarga ini berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung.

“Kita mulai hari ini melaksanakan diskresi, anak di bawah 12 tahun kita izinkan masuk. Tapi tidak semua kita bolehkan,  kalau orangtua yang menyertainya belum vaksin,” kata Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan saat ditemui  di kebun binatang setempat.

Bacaan Lainnya

Disebutkan tiga syarat yang harus dipenuhi pengunjung. Pertama, jika membawa anak usia di bawah 12 tahun maka orangtua atau pendampingnya harus sudak menjalani vaksin lengkap. Kedua, calon pengunjung wajib melakukan scan QR-Code PeduliLindungi sebelum membeli tiket masuk. Syarat ketiga, menerapkan prokes secara ketat. “Tadi ada juga  rombongan yang kami tolak karena orangtua yang menyertai anaknya ada yang belum vaksin,” tutur dia.

Menurut Yosi, kalau ada pengunjung yang tidak mengenakan masker standar, maka GL Zoo memfasilitasi yang standar prokes. “Kita fasilitasi masker anak maupun untuk dewasa, bagi mereka yang tidak mengenakan masker standar,” sebut dia.

Dengan dibolehkan  anak usia di bawah 12 tahun masuk, diakui berdampak pada meningkatnya pengunjung. “Sampai tengah hari ini lumayan sudah ada sekitar 150 pengunjung. Karena  saat uji coba pembukaan lalu, ketika anak di bawah umur 12 tahun dilarang masuk, pengunjung perhari hanya berkisar 20 sampai 30 orang,” ucap dia.

Dalam menjalankan  kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang memberikan diskresi bagi anak di bawah 12 tahun boleh masuk ke objek wisata, manajemen GL Zoo tidak lantas serta-merta semua anak dibolehkan masuk. “Prokes tetap kita nomorsatukan,” jelas dia.

Sebagai salah satu objek wisata dari 20  destinasi wisata di Jawa yang boleh melakukan uji coba pembukaan, saat DIY diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, diakui saat itu sangat berat khususnya di biaya operasional.

“Setelah 2 minggu kita evaluasi dengan adanya peraturan ketat anak usia 12 tahun tidak boleh masuk,  kita sangat berat di operasional. Hari biasa hanya ada 20 sampai 30 orang saja yang bisa masuk. Karena sebagian besar mereka balik ketika anaknya tidak dibolehkan masuk,” jelas Yosi. (bams)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan