Fenomena Hari Tanpa Bayangan, BPBD Situbondo Himbau Masyarakat Waspada Bencana Kebakaran

  • Whatsapp
Ilustrasi

SITUBONDO – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Drs. Ec. Zainul Arifin, M.Si , merespon adanya kabar tentang Kabupaten Situbondo termasuk daerah di wilayah Jawa Timur yang akan terjadi fenomena Hari Tanpa Bayang dimana saat terjadi fenomena ini, suhu udara akan makin panas.

Berdasarkan data dan informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, yang didapat portal-indonesia com, pada Senin (11/10/2021), hampir seluruh wilayah Jatim mulai Minggu (10/10) hingga Kamis (14/10) akan terjadi fenomena hari tanpa bayangan.

Bacaan Lainnya

Berikut jadwal berlangsungnya hari tanpa bayangan di wilayah Jawa Timur :

Minggu (10/10)
Tuban – 11:18:46 WIB

Senin (11/10)
Sumenep – 11:11:20 WIB
Pamekasan – 11:12:50 WIB
Sampang – 11:13:45 WIB
Bangkalan – 11:15:46 WIB
Gresik – 11:16:18 WIB
Lamongan – 11:17:06 WIB
Bojonegoro – 11:19:14 WIB

Selasa (12/10)
Surabaya – 11:15:39 WIB
Pasuruan – 11:14:53 WIB
Bangil – 11:15:22 WIB
Sidoarjo – 11:15:38 WIB
Mojosari – 11:16:16 WIB
Mojokerto – 11:16:47 WIB
Jombang – 11:17:35 WIB
Nganjuk – 11:18:54 WIB
Caruban – 11:19:52 WIB
Madiun – 11:20:27 WIB
Ngawi – 11:20:24 WIB

Rabu (13/10)
Magetan – 11:20:57 WIB
Situbondo – 11:10:15 WIB
Bondowoso – 11:10:59 WIB
Kraksaan – 11:12:36 WIB
Probolinggo – 11:13:24 WIB
Malang – 11:15:45 WIB
Batu – 11:16:09 WIB
Ngasem – 11:18:06 WIB
Kediri – 11:18:13 WIB
Ponorogo – 11:20:25 WIB

Kamis (14/10)
Trenggalek – 11:19:11 WIB
Banyuwangi – 11:08:32 WIB
Jember – 11:11:13 WIB
Lumajang – 11:13:08 WIB
Kepanjen – 11:15:47 WIB
Kanigoro – 11:17:09 WIB
Blitar – 11:17:22 WIB
Tulungagung – 11:18:26 WIB
Pacitan – 11:21:37 WIB

Terkait fenomena tersebut, BPBD Kabupaten Situbondo menghimbau masyarakat di Kabupaten Situbondo untuk selalu waspada, khususnya terhadap resiko terjadinya bencana kebakaran.

“Musibah kebakaran tak pernah bisa diprediksi kehadirannya. Kerugian kebakaran juga bisa tak hanya berupa materi, namun juga kerugian nonmateri. Untuk itu, kita lebih baik mencegah terjadinya kebakaran”, kata Kalaksa BPBD Kabupaten Situbondo, Zainul Arifin, Senin (11/10/2021).

Disinggung sejumlah peristiwa kebakaran di Kabupaten Situbondo, BPBD Kabupaten Situbondo telah memberikan bantuan berupa sembako dan baju layak pakai kepada sebagian para korban kebakaran.

“Musibah kebakaran sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa hari terakhir ini di wilayah Kabupaten Situbondo. Salah satunya terjadi di Desa Kukusan Kecamatan Kendit”, ungkapnya.

Menurut Zainul, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran khususnya di rumah.

Pertama, menjauhkan alat pemantik dan barang-barang yang mudah terbakar dari jangkauan anak-anak.

“Untuk mencegah kebakaran di rumah, simpanlah segala macam alat pemantik dan barang-barang yang mudah terbakar seperti korek api, rokok, lilin, peralatan elektronik agar tidak mudah dijangkau anak-anak”, ujarnya.

Kedua, menjauhkan sumber api dengan barang-barang mudah terbakar.

“Lilin, tungku, dan kompor yang menyala, sangat mudah menimbulkan bahaya kebakaran, begitu pula dengan rokok yang masih menyala dan dibiarkan tanpa pengawasan. Awasi penggunaan api dan jangan pernah meninggalkan api menyala di dekat barang-barang yang mudah terbakar untuk mencegah kebakaran”, terangnya.

Dan ketiga, gunakan peralatan elektronik sewajarnya dan sesuai prosedur.

“Jangan membiasakan diri menggunakan listrik paralel karena mudah memicu hubungan arus pendek. Begitu pula dengan menyalakan peralatan elektronik dalam waktu yang sangat lama. Selain membuat tagihan listrik meningkat, juga bisa membuat peralatan elektronik overheat sehingga memicu hubungan arus pendek”, papar Zainul, Kalaksa BPBD Situbondo.

Lain halnya dengan imbaun dr Hendra, Direktur RSUD Besuki.

Dia mengatakan suhu udara yang tidak stabil dan cenderung panas saat-saat ini dapat berakibat menurunnya daya tahan tubuh.

Untuk itu, dibutuhkan beberapa tindakan bijak agar tetap terasa nyaman. Diantaranya adalah :

Pertama, minum lebih banyak cairan meskipun tubuh tidak terasa haus.

“Setidaknya meminum air mineral sebanyak 300 mili liter per dua jam”, ujarnya.

Kedua, kurangi kegiatan di luar ruangan pada siang hari.

“Untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari jika keluar ruangan, upayakan menggunakan payung, kaca mata, dan topi “, jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan