Nyalakan 1000 Lilin, FRONTAL MR Ingin Rombongan Gowes Wali Kota Malang Dapat Sanksi Tegas

  • Whatsapp
Anggota FRONTAL MR bentangkan tulisan saat aksi menyalakan seribu lilin. 

KOTA MALANG. portal-indonesia.com – Reaksi terhadap pelanggaran PPKM oleh rombongan gowes walikota Malang yang memaksa masuk tempat wisata pantai Kondang Merak di Desa Bantur Kabupaten Malang waktu lalu terus berlangsung. Pada malam ini, para aktivis, ormas, LSM dan Tokoh masyarakat gelar aksi damai nyalakan lilin untuk mendukung proses hukum tragedi Kondang Merak. Aksi sendiri dilangsungkan di depan balaikota Malang. Kamis (07/09/2021)

Dari pantauan portal-indonesia.com dilokasi aksi, sekitar pukul 18.00 wib 70 orang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung di Front Aliansi Malang Raya (FRONTAL MR) menyalakan lilin.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, mereka juga bergantian berorasi. Sekitar 25 perwakilan dari ormas, komunitas, LSM, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat hadiri aksi damai tersebut.

Korlap Aksi, Dhany Agung Prasetyo mengatakan aksi teman-teman FRONTAL MR pada malam hari ini adalah bentuk mendukung proses hukum yang saat ini sedang ditangani oleh Polda Jatim, terkait pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh rombongan gowes Wali Kota Malang beserta beberapa pejabat Pemkot Malang.

“Kami menuntut proses hukum yg berjalan ini bisa menghasilkan keadilan yang sebenarnya, jangan sampai hukum Tajam ke bawah tumpul ke atas”, tegas Dhany didepan awak media.

“Proses hukum terkait pelanggaran PPKM jangan hanya tegas ke masyarakat, akan tetapi tumpul ketika ada pejabat yang melanggar PPKM”, tambahnya.

Sebagai salah satu contoh kasus, lanjut Dhany, ada anak dari salah satu kepala Desa di daerah Bululawang Kabupaten Malang yang melanggar PPKM langsung dijadikan tersangka karena melanggar prokes.

“Kami juga inginkan pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh rombongan gowes walikota Malang dengan memaksa masuk area wisata pantai Kondang Merak Kabupaten Malang meski pantai tersebut masih ditutup dikarenakan pemberlakuan PPKM”, ungkap Dhany didepan awak media.

Senada, Baweh dari GERPAS menegaskan bahwa dirinya bersama teman-teman FRONTAL MR menginginkan adanya keadilan di kasus pelanggaran PPKM yang dilakukan oleh rombongan gowes Wali Kota Malang. “Saya sebagai warga Bantur merasa sangat sakit hati ketika mendengar berita ini”, tandasnya.

Baweh mengatakan, warga Desa Bantur yang juga sangat banyak menggantungkan pendapatan sehari-hari dari wisata pantai di selatan Malang saja sangat menghormati peraturan PPKM. “Mereka rela menderita demi pandemi Covid-19 ini berakhir dengan tidak berjualan hampir 1,5 tahun”, ungkapnya.

Namun, rombongan gowes walikota Malang beserta beberapa pejabat Pemkot Malang memaksa masuk wisata pantai Kondang Merak yang tertutup untuk wisatawan karena PPKM, menunjukkan tindakan yang arogan.

“Kami ingin keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, kami ingin semua yang ikut di rombongan gowes tersebut harus di beri sanksi hukum yang tegas. Bahkan sanksi harus lebih tegas dan berat karena mereka juga merupakan pembuat peraturan PPKM”, tegas pria tegap ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan