Hantarkan Jadi Provinsi Mandiri, Gubernur Banten berikan Apresiasi kepada para Pejuang

  • Whatsapp
Gubernur Banten, Wahidin Halim, saat di sidang Paripurna Peringatan Istimewa DPRD Banten dalam rangka Hari Jadi Ke-21 Provinsi Banten. 

BANTEN. portal-indonesia.com – Gubernur Banten, Wahidin Halim, menyampaikan apresiasi kepada Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten dan tokoh yang sudah mengantarkan Banten sebagai provinsi yang mandiri.

“Para pejuang Banten dari sejak zaman Sultan Hasanuddin hingga saat ini menjadi spirit perjuangan kami,” kata pria yang akrab disapa WH tersebut saat Sambutan pada sidang paripurna peringatan istimewa DPRD Banten dalam rangka hari jadi provinsi Banten ke 21 (4-10-2021)

Bacaan Lainnya

Banten mengalami Pandemi Covid-19. Namun, pandemi tidak menyurutkan semangat dan tekad Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk membangun mencapai Visi Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlaqul Karimah.

“Bersama seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat bergerak terpadu mengatasi pandemi” ujarnya.

Disebutkan, penanganan Covid-19 menunjukkan kinerja positif. Positif rate hanya 6,3%, BOR turun dari 98% jadi 4,2%, tingkat kesembuhan mencapai 96%, dan yang meninggal di bawah 2%. Dari target vaksinasi 9,2 juta jiwa sudah tersalurkan sebanyak 6,7 juta dosis vaksin pertama atau 72,8%.

Atas kinerja tersebut Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi saat kunjungannya pada 21 September 2021, kasus aktif Covid-19 di Banten turun drastis dari 43.000 kasus menjadi 1.057 kasus.

Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi. Kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, telah menjadi kesadaran baru. Kesadaran masyarakat untuk divaksinasi, memperoleh layanan kesehatan dan pengobatan, serta saling peduli semakin tinggi.

“Dampak pandemi, perekonomian Banten pada tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif 3,38%. Namun Banten, berhasil bangkit. Pada Triwulan II tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi melejit sampai 8,95%, di atas rata-rata nasional yang mencapai 7,07%”, ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur, betonisasi jalan terus dilakukan selama pandemi Covid-19. Insentif guru honorer naik drastis mencapai Rp 4 juta dari semula hanya Rp 300 ribu per bulan.

“Juga pembangunan fasilitas kesehatan di Banten tengah berlangsung termasuk pembangunan gedung 8 lantai Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi,” papar wahidin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan