Gapoktan dan Kades Pajerukan Tanam Ratusan Bibit Alpukat Miki

  • Whatsapp
Kades Pajerukan bersama Gapoktan Catur Tunggal saat menanam alpukat jenis Miki (Foto : Sugi/Portal Indonesia)

BANYUMAS – Kepala Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas bersama Gapoktan Catur Tunggal serta sejumlah Petani Desa Pajerukan  melakukan tanam Perdana sekitar 400 bibit tanaman Alpukat Miki, Minggu (3/10).

Peserta program budidaya Alpukat adalah berasal dari anggota kelompok tani yang ada di Desa Pajerukan yang tergabung dalam Gapoktan Catur Tunggal. Mereka terpilih menjadi peserta penerima bantuan bibit dan saprodi untuk budidaya alpokat karena telah menuhi persyaratan-persyaratan yang telah di tentukan oleh kelompok tani dan Gapoktan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Pajerukan Slamet mengatakan bahwa program penanaman tanaman buah alpukat jenis miki ini, di harapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Desa Pajerukan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setelah tanaman bisa berbuah.

Dengan melihat tanaman buah Alpukat yang sudah di tanam oleh warga bisa tumbuh dan berbuah dengan baik, mudah-mudahan kedepannya tanaman buah alpukat yang akan kami tanam ini bisa tumbuh dengan baik pula, dan semoga bisa menjadi Icon Desa Pajerukan.

Usai melakukan penanaman, Slamet mengajak warga masyarakat agar sadar pentingnya fungsi pemanfaatan lahan untuk peningkatan kesejahtaraan dengan cara lahanya di tanami tanaman yang bisa menghasilkan seperti tanaman buah, sayur dan lain sebagainya sehingga jika tanaman tersebuat berbuah atau menghasilkan salain untuk di konsumsi sendiri bisa untuk di jual sehingga dapat menambah pengasilan keluarga.

Menurut Edy Susanto sebagai ketua Gapoktan tujuan program budidaya Alpokat di pajerukan merupakan perwujudan dari Visi dan Misi Gapoktan Catur Tunggal yaitu berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Ini merupakan sinergitas antara gapoktan dan pemerintah Desa Pajerukan yang sama-sama menginginkan masyarakat petani Desa Pajerukan lebih maju dan sejahtera secara ekonomi.

Lebih lanjut Edy menjelaskan sebelum melakukan budidaya Alpukat ada dua pengurus Gapoktan yaitu bapak Mugiharto selaku humas dan bapak Wayo untuk mengikuti pelatihan teknis budidaya Alpukat di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang tujuannya yaitu supaya kami lebih memahami secara teknis cara budidaya alpukat mulai dari perisapan lahan sampai dengan pasca panen.

“Karena jumlah bibit dan saprodi terbatas sementara peminat yang mau menanam tanaman buah alpukat banyak maka gapoktan melakukan seleksi untuk mendapatkan calon petani dan calon lahan siap di tanam serta petaninya benar-benar berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam budidaya alpukat sesuai dengan ketentuan-ketentuan gapoktan.” Ujar Edy

Karena ini merupakan langkah awal dari sebuah proses pembelajaran kepada warga masyarakat bahwa kita tidak boleh memandang sebelah mata terhadap pertanian, agar petani-petani di pajerukan bisa lebih maju dan tidak hanya mengandalkan satu komoditas saja, tetapi bisa komoditas-komoditas lain yang bisa di usahakan secara bersama-sama dalam satu lahan sehingga dapat membawa dampak yang baik untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka. (Sugi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan