2 Begal Dilumpuhkan dengan Timah Panas

  • Whatsapp
Dua tersangka begal kendaraan bermoto diamankan polisi Polres Sleman (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, dua tersangka begal kendaraan sepeda motor di Sleman terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh aparat Polres Sleman. Selanjutnya kedua begal yang saat itu sedang makan bakso di wilayah Temanggung, Jawa Tengah tersebut, langsung digelandang ke mapolres Sleman untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kedua Tersangka begal yang ditembak kakinya oleh aparat Polres Sleman tersebut adalah KT (25) Warga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman dan FR (24) warga Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka dikejar dan ditangkap polisi Polres Sleman karena melakukan pembegalan terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Ina warga Kalurahan Sendangagung, kapanewon Minggir kabupaten Sleman pada 25 September lalu, kata Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tribudi- Sulistyono SIK, Jumat (1/10/2021).

Menurut Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tribudi- Sulistyono SIK, pembegalan yang dilakukan oleh tersangka KT dan FR tersebut terjadi di jalan Krompakan Sendangmulyo, Minggir Sleman, saat korban sendirian naik sepeda motor Scopy berangkat ke gereja Klepu untuk beribadah.

Modusnya, korban yang sendirian mengendarai sepeda motor honda Scoopy tersebut dipepet oleh kedua pelaku, yang saat berboncengan semeda motor metik.
Setelah korban berhenti, tersangka KT langsung mencabut kunci kontak sepeda motor korban, dan FR mengacungkan pedang kearah korban sambil mendorongnya agar turun dari motor.

Karena korban ketakutan, salah satu pelaku langsung membawa kabur motornya kearah selatan.

Korban selanjutnya melaporkan kasus pencurian dengan kekerasan yang dialaminya ke Polsek Minggir. Dari keterangan korban dan bukti pendukung lainya, petugas berhasil mengidentifikasi tersangka dan langsung mencarinya. Kedua pelaku akhirnya ditangkap saat makan bakso di wilayah Temanggung.

Namun karena saat akan ditangkap kedua tersangka berupaya melarikan diri, maka kedua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan timah panas pada kakinya.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Raswadana, SIK, menambahkan, saat beraksi kedua pelaku yang merupakan residivis itu, dalam kondisi terpengaruh miras. Tersangka KT keluar penjara Juli 2021 lalu karena terjerat kasus pencurian dan pencabulan, sedangkan FR residivis kasus penganiayaan tahun 2019.

“Keduanya kami kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun,” pungkasnya. (Brd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan