Masterbend Patok Tanah yang ‘Masih Sengketa’

  • Whatsapp
Masterbend Purworejo saat melakukan pematokan di tanah yang masih sengketa (Foto : M. Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Masterbend (Masyarakat yang terdampak Bendung Bener) akhirnya mematok titik – titik tanah yang masih sengketa di PMH 1 dan PMH 2

Dalam aksi pematokan titik tanah tersebut berbuntut dari putusan sidang PMH 1 dan PMH 2. Pasalnya, dari BPN mengajukan banding di Pengadilan Negeri Purworejo

Bacaan Lainnya

Eko Siswoyo saat di temui awak media di sela sela pemasangan patok di lokasi Bendung Bener, Minggu (26/9/2021) menyampaikan, hari ini adalah kelanjutan dari BPN kemarin karena, PMH 1 dan PMH 2 ternyata BPN mengajukan banding.

“Maka kemarin kita sudah sepakat untuk memathok lahan yang masih berperkara di PMH 1 dan PMH 2 di tambah lahan yang masih di luar perlok ini. Sebanyak 64 bidang tanah yang mau di pathok karna itu yang di dalam PMH 1 dan PMH 2,” ucap Eko.

Lebih jauh di sampaikan Eko, total semua ada 174 bidang tanah, dari semua pemilik kurang lebih 153 orang di tambah 4 orang untuk di luar penlok.dari PMH1 dan PMH 2 berasal dari Desa Nglaris ,Desa Limbangan dan Desa Guntur.

“Untuk hari ini kita himbau karna ini aksi kepada masyarakat akan kami tegaskan dan dari Masterbend pada umumnya,kami tidak menghalangi pekerjaan proyek ,karna proyek harus berjalan juga,akan tetapi silahkan berjalan tetapi ditempat tempat titik tanah yang sudah di bayarkan,tetapi untuk yang belum mohon jangan untuk di kerjakan,” imbuhnya

Eko menggarisbawahi bahwa, intinya sini Masterbend tidak menghalangi pekerjaan PT dan tidak akan memberhentikan pekerjaan PT.

Di singgung untuk pembebasan lahan, cerita Eko , kalau lahan yang di luar penlok ini belum ada rencana pembebasan, lahan masuk penlok aja belum,intinya, belum ada kepastian sama sekali.

Mastrbend berharap dengan adaya pematokan lahan ini kedepan, supaya ada yang lebih komunikatif dan segera terprogres untuk permasalahan permasalahan tanah tentang yang ada di Bendung Bener ini.

” Tuntutan masyarakat yang tergabung di Masterbend ini, selain pematokan juga untuk segera di bayarkan, yang sudah di musyawarahkan,yang pertama untuk Desa limbangan, dan ada lagi tuntutan 1017 bidang tanah yang belum terprogres untuk segera di progres termasuk tanah yang masih di luar penlok ini,” tandasnya

Sementara itu di tempat terpisah, Humas PT Waskita Karya, Bambang Wahyudi, selaku pelaksana proyek mengaku pihaknya hanya akan bekerja sesuai instruksi dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). (Fauzi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan