Ratusan Warga Desa Wadas yang Pro Quary Gelar Istighosah

  • Whatsapp
Istighosah yang digelar ratusan warga Desa Wadas pro quary di Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener, Purworejo (Foto : M. Fauzi/Portal lndonesia)

PURWOREJO – Ratusan masyarakat Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, atau yang pro Quary ke depan, lakukan Istighosah di Desa Cacaban Kidul, kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat(24/9/2021)

Dalam acara istighosah tersebut di laksanakan di Pasar Joho yang di hadiri dari tokoh NU Kecamatan setempat.

Bacaan Lainnya

Saat di temui di Ahir acara Istighosah,
Jamil Rozi Korlap Wadas Cerdas ( Pro Quary) menyampaikan, hari ini kami masyarakat Desa Wadas atau yang tergabung di Wadas Cerdas melakukan acara istikhosah.

” Bahwa acara ini di lakukan karna warga Desa Wadas mengalami keresahan dengan adanya orang penolak tanah Quary,” ucapnya.

Lanjut di sampaikan Jamil, kami dari masyarakat Desa Wadas yang pro mestinya ikut prihatin dan warga warga lainya yang mengalami keresahan berkepanjangan, maka dari itu hari ini atau siang ini kita agendakan untuk mujahadah atau Istighosah.

“Dalam istgihosah ini atau mujahadah ini supaya kami warga Desa Wadas bisa adem hatinya juga tenang dalam menghadapi situasi yang saat ini terjadi,” harapnya

Di singgung terkait bahwa ada patroli dari pihak aparat, dia mengatakan bahwa hal itu justru membuat mereka merasa nyaman

“Harapan kami ke depan, semoga dengan adanya pengambilan tanah quari, bisa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Desa Wadas,” pungkasnya

Di termpat terpisah Ketua Rois Syuriah MWC Kecamatan Bener H.Rofik menyampaikan, terkait selama ini pernah ada atribut NU yang di bawa bawa di dalam penolakan tanah quari itu bukan tanggung jawab kami.

“Bahwa PCNU Kecamatan Bener tidak ada kebijakan satupun atau pengurus NU atau MWC NU bahwa kami menolak dengan adanya bendung bener, bahkan kami sebagai pengurus NU, NKRI,jadi kami selalu mendukung program pemerintah dalam hal ini bendung bener”. tegasnya.

Lebih jauh di sampaikan Rofik, bahwa ketika ada oknum masyarakat NU yang kemudian membawa bendera NU maka itu bukan tanggung jawab kami,sebagai pengurus NU,karna pengunaan bendera itu sudah ada aturanya di dalam ADART Nahdhatul Ulama.

“Terkait sanksi, ketua MWC menyampaikan, pasti ada sangsinya,semoga masyarakat ini tau bahwa masyarakat NU itu selalu mendukung program program Pemerintah,” pungkasnya. (Fauzi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan