Proyek ”Siluman”, Pengurukan di TPU Desa Gisik Cemandi Tanpa Plang Board Proyek

  • Whatsapp
Lokasi pengurugan tanah di areal TPU Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. (photo. Ninik)

SIDOARJO. portal-indonesia.com – TPU (tempat pemakaman umum) di Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, saat ini masih ada aktivitas proyek pengurukan.

Dari hasil pantauan awak media, Jumat (24/09/2021), di lokasi TPU tersebut tidak terlihat plang board proyek (papan nama proyeknya). Sehingga bagi sebagian kalangan menilai proyek tersebut proyek siluman, dan terkesan asal-asalan.

Bacaan Lainnya

Di lokasi, nampak ukuran tinggi pada urukan tanahnya kurang lebih sekitar 50 cm sampai 100 cm. Sedangkan volume luas pengurukan, belum diketahui pasti.

Sementara dari informasi yang terhimpun di lokasi, di areal TPU ini menjadi langganan banjir setiap kali menghadapi musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pemerintah desa setempat melakukan pengurukan tanah.

Ketika awak media meminta keterangan Kepala Desa Gisik Cemandi M.Alimin, Jumat (24/09/2021) di kantor Desa Gisik Cemandi, dia mengatakan bahwa proyek pengurukan TPU di desanya tersebut, sumber dananya berasal dari dana desa (DD) serta bantuan dari beberapa pihak.

“Anggarannya dari dana desa sebesar Rp123 juta, dan ada bantuan dari beberapa pihak,” kata Alimin.

Namun dalam hal ini, Alimin tidak memberikan penjelasan terkait tidak dipasangnya plang board proyek/papan nama proyek.

Selain itu, dia juga tidak menyebutkan anggaran DD tahun berapa, volume pengurukan tanah di areal TPU, serta pihak mana saja yang memberikan bantuan pada pelaksanaan pengurukan areal TPU tersebut.

Alimin mengatakan latar belakang pihaknya hingga harus melakukan pengurukan di areal TPU tersebut.

“Ketika ada warga meninggal dunia saat musim penghujan, kita (warga) tidak bisa menggali makam karena tanah makam selalu banjir. Untuk solusinya, kita melakukan pengurukan ini. Lebih jelasnya, anda bisa langsung menemui pak Nasir sebagai sekretaris panitia pelaksana,” beber Alimin.

Ironisnya, ketika sekretaris panitia pelaksana pengurukan dikonfirmasi awak media lewat telepon selulernya, terkesan arogan dan tidak transparan.

Bahkan, sekretaris panitia pelaksana pengurukan itu balik bertanya kepada awak media yang mengkonfirmasinya.

“Anda wartawan mana dan siapa nama kepala desa Cemandi” kata Mohammad Nasir.

Berdasarkan hasil pantauan dan konfirmasi dilapangan, hal tersebut sangat bertolak belakang dengan instruksi Bupati Sidoarjo (Gus Muhdlor).

Dalam instruksinya Bupati Sidoarjo (Gus Muhdlor), bahwa pemerintah desa harus transparan dalam pengunaan dana desa, karena hal itu adalah amanah Undang-undang. Seperti yang telah diatur dalam UU Momor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan