SMKM 2 Turi Beri Layanan Terapi Bagi Penyintas dan Khitan Gratis Yatim Piatu

  • Whatsapp
Siswi SMK Muhamadiyah 2 Ngablak Turi Sleman sedang menerapi pasien penyintas (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Prihatin terhadap banyaknya penyintas atau orang yang pernah terpapar covid-19 nakun belum enak badan, SMK Muhamadiyah 2 Ngablak, Kapanewon Turi Kabupaten Sleman memberi layanan kesehatan gratis kepada mereka berupa terapi infrared. Selain itu juga memberi layanan khitan gratis kepada anak-anak yatim piatu yang karena kedua orang tuanya meninggal akibat covid-19.

“Layanan kesehatan gratis berupa terapi infrared bagi para penyintas covid-19 tidak hanya dilakukan sekali. Tetapi dilakukan di kampus SMK Muhamadiyah 2 Ngablak, Kapanewon Turi, tiap hari Jumat selama bulan September ini” kata kepala SMK Muhamadiyah 2 Ngablak, kapanewon Turi Kabupaten Sleman, Purwati S.Pd, M.Si Kamis (23/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Purwati, pengabdian kepada masyarakat berupa terapi gratis bagi para penyintas ini perlu dilakukan, karena pada kenyataanya banyak penyintas setelah dinyatakan sembuh secara medis, namun masih merasakan sakit, yang antara lain masih sering batuk, sesak nafas dan badan terasa ngilu.

“Batuk serta sesak nafas maupun badan terasa ngilu yang dirasakan para penyintas tersebut, membuktikan bahwa, penyintas tersebut belum sembuh total. Sehingga perlu disembuhkan secara total, dengan harapan badan menjadi terasa enak dan penyintas tidak merasakan keluhan sama sekali,” kata Purwati.

Dalam terapi ini, pelaksanaanya dilakukan oleh para siswa SMK Muhamadiyah 2 Turi jurusan Asisten Keperawatan yang implementasinya didampingi oleh dr Imam Fajri selaku pembimbing siswa yang setiap harinya praktek di klinik Prarama Mitra Medika milik SMK Muhamadiyah 2 Turi.

Sedang bentuk terapinya menggunakan dua sistem. Yaitu diterapi dengan sinar infrared pada bagian dada dan punggung dengan maksud agar paru-paru bisa berfungsi normal, yang akhirnya pasien tidak sesak nafas dan batuk lagi.

Pada saat terapy tersebut, pasien juga dilatih melakukan peregangan otot dengan menggerakkan berbagai bagian tubuh, denga maksud untuk melancarkan peredaran darah, sehingga badan mejadi terasa enak.

Menurut dr Imam Fajri, terapy sinar infrared bagi penyintas itu sangat perlu. Karena terapy ini difungsikan untuk menyempurnakan peenyembuhan, terutama bagi mereka yang baru saja menjalankan isolasi mandiri maupun menjalani isolasi terpusat, sehingga dengan sinar infrared tersebut diharapkan mereka tidak merasakan suatu keluhan apapun.

Sedang bakti sosial berupa kitan bagi anak yatim piatu secara gratis, dilaksanakan tiap hari Jumat sejak pertengahan September lalu hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun dalam khitan masal tersebut jumlahnya dibatasi, yakni setiap Jumat paling banyak 10 anak.

Agar tidak menimbulkan ketakutan serta paham akan arti pentingnya khitan, maka belum dikitan selalu diberi pemahaman tentang arti pentingnya khitan bagi anak laki-laki serta merawat kesehatan pasca dikitan. Para peserta kitan juga diberi uang saku serta piagam penghargaan sebagai tanda kenangan. (Brd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan