Viral, Lansia Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

  • Whatsapp
Bupati Sleman Kustini Purnomo ketika mendatangi rumah Mbah Saliyah (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Dari balik masker yang dipakainya, raut wajah mbah Saliyah nampak bahagia saat dikunjungi Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo Minggu (19/9/2021). Bupati Sleman mendadak menemui mbah Saliyah di tempat tinggalnya padukuhan Guyangan Kajor, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, karena iba mendapat informasi dari berbagaia media sosial yang menyebutkan bahwa sudah bertahun-tahun lamanya mbah Saliyah tinggal di rumah tidak layak huni.

Dari berbagai media sosial yang dibacanya, tertulis bahwa sudah bertahun-tahun lamanya mbah saliyah wanita berusia 77 tahun tersebut hidup bersama adiknya dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Sebab, tempat tinggal yang ditempati hanya berupa gubug berukuran 2 meter persegi. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, di dalam gubug yang ditempati itu, minim peralatan rumah tangga dan tidak ada kakusnya. Sehingga kalau akan mencuci pakaian maupun membuang hajad besar, mbah Saliyah harus ke sungai yang tidak jauh dari tempat tinggalmnya.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan informasi yang saya dapat sabtu kemarin, hari ini langsung saya respon dengan mengunjungi kediaman mbah Saliyah untuk memastikan kondisi beliau. Dan ternyata laporan yang tertulis dalam medsos tersebut benar,” jelas Kustini.

Kepada bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mbah Saliyah menuturkan bahwa suaminya telah lama meninggal dinia dan kini dirinya hidup bersama dengan adiknya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mbah Saliyah mengais rejeki dengan membuat selongsong ketupat dengan upah Rp 4.000 per hari.

Mendengar laporan tersebut, Kustini langsung menjanjikan bahwa Pemkab Sleman akan segera membenahi rumah yang ditempat mbah Saliyah. Selain bantuan rehab rumah, melalui Dinas Sosial Kustini juga memberikan bantuan peralatan rumah dan kebutuhan pribadi.

“Mbah Saliyah juga akan kami masukkan dalam program Asistensi Lanjut Usia Terlantar (ASLUT). Dimana setiap bulannya beliau akan menerima Rp. 150 ribu. Semoga semua bantuan ini bisa meringankan beliau untuk menjalani masa tuanya,” terang Kustini.

Bagi Kustini, semua lansia yang kehidupanya tidak layak harus mendapatkan perhatian khusus. Untuk itu, Kustini meminta kepada masyarakat bila mengetahui ada lansia yang hidup tidak layak seperti mbah Saliyah ini harus segera dilaporkan ke Pemkab Sleman, sehingga dapat segera diberi bantuan.

“Dengan informasi melalui media sosial seperti ini, pemerintah merasa sangat terbantu. Insyallah semua problem atau laporan dari masyarakat akan kita respon yang diawali dengan peninjauan lokasi,” tegas Kustini.

Usai menerima bantuan, dengan terbata-bata mbah Saliyah menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap Kustini Sri Purnomo terus turun ke masyarakat, sehingga bisa mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya. (Brd).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan