Datangi BPN Purworejo, Begini Tuntutan Masterbend

  • Whatsapp
Masterbend saat menyampaikan tuntutan mereka di depan BPN Purworejo, Jum'at (17/9) siang. (Foto : M. Fauzi/Portal lndonesia)

PURWOREJO – Ratusan warga masyarakat yang terdampak bendung bener kembali mendatangi kantor BPN Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jum’at (17/9/2021).

Kdatangan masyarakat yang terdampak bendung bener ( Masterbend) tersebut menanyakan terkait progres tanah yang sampai sekarang belum terbayarkan.

Bacaan Lainnya

Ketua Masterbend, Eko Siswoyo saat di temui awak media menyampaikan, hari ini untuk masyarakat terdampak Bendung Bener mendatangi kantor BPN Purworejo untuk menagih janji, untuk kesekian kalinya, dan tuntutan tuntutan yang ada, yaitu : satu kepastian kapan pembayaran.

Tuntutan kedua, perihal nasib 1017 bidang tanah yang belum ada prigres ,terus yang paling pokok di sini bagaimana sikap BPN Kabupaten Purworejo tentang putusan PMH 1 di Pengadilan Negri Purworejo yang kemaren sudah di putuskan.

” Jumlah lokasi yang belum terbayatkan 1017 bidang tanah berada di lima Desa yang terdampak di bendung bener, justru lokasi tanah tersebut di tapak bendung tersebut,” ucapnya

Lanjut Eko, jadi sikap kami karena mereka dari BPN Purworjo sendiri belum ada kepastian, maka kami akan mematok lahan yang bersengketa dan juga lahan yang belum terbayarkan, dan di sini perlu saya garis bawahi, bahwa kami tidak akan memberhentikan pekerjaan proyek akan tetapi kami akan mematok lahan lahan yang masih bersengketa dan lahan yang belum terbayarkan, jadi jika PT berproses lahan yang sudah terbayar silahkan, akan tetapi jika lahan itu belum terbayar atau masih sengketa tetep tidak boleh di sentuh oleh pekerjaan siapapun.

“Dengan adaya kasus ini bisalah membuka pihak pihak terkaid bahwa kita di sini ingin proyek pembagunan bendung bener segera selesai dan terrealisasi,misalkan ada upaya upaya hukum selanjutnya itulah, pihak yang justru menghalangi proses pembangunan bendung bener ini.,” Imbuhnya

Masih kata Eko, sebenarnya pihaknya sudah welcome tetapi malah dari pihak terkait justru menunda menunda progres untuk pembangunan ini misalkan dengan di persidangan mengajukan banding atau proses hukum selanjutnya.

Sementara itu dari Kepala BPN Purworejo menyampaikan bahwa bahwa BPN Purworejo hanya ibarat sebagai IO saja. Akan tetapi terkait tanah yang ada di Desa Limbangan sudah sampai ke Elman dan tinggal nunggu dari elman.

“Terkait dalam pembayaran, kita, BPN Purworejo tidak puya wewenang tau kapan tergetnya,Kalau pekerjaan, kita sudah selesai dan sudah kami kirimkan,sedangkan terkaid tanah yang masih dalam sengketa mau di patok masyarakat, (reed) itu bukan wewenang kita untuk menanggapinya,” pungkasnya. (Fauzi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan