RSUD Tjitrowardoyo Kini Layani Penyakit Kanker dan Tumor

  • Whatsapp
Dr. Amir Juliansyah, So.B (K) Onk (Foto : M. Fauzi/Portal lndonesia)

PURWOREJO – Seiring kemajuan jaman dan tidak mau ketinggalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Tjitrowardjoyo Purworejo, Jawa Tengah, terus berinovasi untuk memberikan pelayanan dan sarana kesehatan yang prima terhadap masyarakat khususnya Kabupaten Purworejo.

Seperti di sampaikan oleh derektur RSUD Tjitrowardoyo melalui kasi pelayanan I, Suyatman, kini RSUD dr Tjitrowardoyo menghadirkan Poli Bedah Onkologi, yang merupakan layanan poli untuk melayani penderita kanker, tumor dan sejenisnya.

Bacaan Lainnya

Dengan dibukanya Poli Bedah Onkologi di RSUD itu, diharapkan dapat mempermudah masyarakat Purworejo dan sekitarnya, untuk pemeriksaan secara rutin demi kesembuhan penyakit yang diderita.

“Jika ada masalah dengan penyakit kanker, tumor dan lainnya agar segera melakukan pemeriksaan sejak dini, ini layanan yang kami hadirkan untuk warga Purworejo dan sekitarnya, saat ini kita sudah punya tenaga dokter spesialis bedah onkologi. Untuk perlengkapan peralatan pendukung, seperti kemoterapi dan lainya, masih dalam proses tahun ini,” ucapnya, Rabu (15/9).

Lanjutnya, dengan Poli baru itu, kini RSUD dr Tjitrowardjoyo telah memiliki 17 Poli dengan dibantu sekitar 32 dokter spesialis. Dengan demikian RSUD itu akan menjadi salah satu rumah sakit terlengkap di Jawa Tengah.

Layanan Poli Onkologi itu, akan ditangani oleh dokter spesialis bedah onkologi, yaitu Dr Amir Juliansyah, Sp.B(K) Onk , yang khusus menangani penderita kanker dan tumor, agar para penderita tetap optimis mencapai kesembuhan dengan melakukan pemeriksaan sejak dini dan rutin.

“RSUD ini sudah sejak Senin kemarin, bisa melayani penyakit-penyakit yang berkaitan dengan onkologi, seperti kanker. Namun karena bidang saya bedah, maka kanker yang saya tangani adalah kanker padat seperti tumor atau kanker payudara, tiroid/gondok, kepala leher, lidah, bibir, rongga mulut, kelenjar liur, kulit, kelenjar getah bening, jaringan lunak seperti jaringan lemak, otot serta kemoterapi,” sebut Dr Amir.

Selama ini yang menjadi momok di masyarakat, tambahnya, bahwa jika sudah divonis kanker, menjadi akhir dari segalanya. Namun dengan kemajuan di bidang kedokteran, hendaknya pola fikir seperti itu dihindari. Masyarakat diminta untuk tidak takut dan malu dengan segera memeriksakan diri ke RSUD jika terjadi gejala.

“Saat ini dunia medis sudah maju, khususnya di bidang bedah onkologi, jadi jangan takut lagi, karena penyakit kanker bukan akhir dari segalanya. Dua hal yang bisa menyembuhkan penyakit kanker, masyarakat harus datang pada saat yang tepat dan pada pelayanan kesehatan yang tepat, termasuk saat kemoterapi, bahwa kemoterapi itu sama dengan pemberian obat biasa pada umumnya, diinfus, jadi jangan takut, bila ada yang mengatakan kanker itu jika di kemoterapi akan mati itu menyesatkan, karena dengan kemoterapi justru sangat besar manfaatnya untuk kesembuhan terhadap sakit yang deritanya,”pungkasnya. (Fauzi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan