Tak Jera Lakukan Pencabulan, Residivis di Sidoarjo Ini Kembali Masuk Bui

  • Whatsapp
Kapolresta Sidoarjo dalam konferensi pers ungkap kasus pencabulan Senin (13/09/2021)

SIDOARJO – Pencabulan terhadap anak perempuan dibawah umur kembali terjadi. Kejadian ini menimpa bocah 9 tahun sebut saja Melati asal Wonoayu, Sidoarjo yang dicabuli S (51 tahun), residivis asal Gedangan, Sidoarjo.

Diketahui, S pernah menjalani masa hukuman penjara atas kasus pencabulan. Namun hal itu tidak membuat S bapak dua anak ini jera. Hingga membuat dirinya berkeinginan untuk mencabuli lagi anak di bawah umur. Seperti yang dilakukan S pada 7 September 2021.

Bacaan Lainnya

Berawal dari keterlambatan orangtua dari korban yang terlambat menjemputnya sepulang sekolah pukul 10.30 WIB.

Tidak berselang lama datanglah tersangka S menghampiri korban lalu mengajak serta membujuk rayu dengan membelikan es oyen di dekat sekolahnya dan juga diberikan uang sejumlah Rp7000.

Setelah berhasil membujuk korban, tersangka mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan pulang timbul niat bejat pelaku dan terjadilah perbuatan cabul terhadap Melati.

“Perbuatan asusila itu dilakukan diatas motornya, tersangka memasukan jarinya ke dalam rok korban, hingga masuk ke kemaluan sampai korban merasa kesakitan” jelas Kapolresta saat konferensi pers Senin (14/09).

Merasa tidak puas, tersangka berhenti di sebuah warung sambil minum es teh, tersangka mengulangi perbuatanya kembali. Tubuh Melati dipangku di atas pahanya, setelah itu S kembali memasukan jarinya ke kemaluan Melati. Rasa sakit yang dialami korban dihiraukan pelaku. “Hingga berlanjut ia meminta Melati agar tangannya memegang kelaminnya” imbuhnya.

Sedangkan setelah itu tersangka mengantarkan korban pulang. Namun pada saat itu tersangka tidak mengantarkan korban sampai di rumahnya. Tersangka hanya mengantarkan korban di gang rumahnya. Lalu korban diberikan uang oleh tersangka sebesar Rp10.000. Tersangka mengancam korban agar diam dan tidak bercerita pada siapapun atas kejadian tersebut.

Barang Bukti (BB) yang diamankan Polisi.

Sementara itu dari hasil penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, pengakuan korban dan visum. Polisi berupaya mengungkap kasus ini.

Atas perbuatan pelaku tersangka dijerat pasal UU RI No. 25 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi “Setiap orang yang melanggar ketentuan dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. (Nik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan