Ormas Projo Kecewa dengan Bupati Blitar 

  • Whatsapp
Ormas Projo saat mengadakan rapat persiapan audensi dengan Bupati Blitar, Jawa Timur.

BLITAR – Relawan Jokowi, dalam perkembangannya saat ini telah menjelma menjadi salah satu Ormas besar di Indonesia.

Ormas yang bernama Projo (Pro Jokowi) ini, memiliki struktur lengkap diseluruh kabupaten/kota di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Di kabupaten yang memiliki sebutan Kota Proklamator ini, Projo telah berdiri sejak 7 tahun silam. Dalam kiprahnya selama ini, DPC Projo Blitar memiliki hubungan dan komunikasi baik dengan pemerintah daerah setempat.

Untuk menjaga hubungan dan komunakasi yang selama ini terjalin baik, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Blitar pada tanggal 31 Agustus lalu melayangkan surat kepada Bupati Blitar.

Surat yang dikirimkan DPC Projo Blitar itu, perihal permohonan silaturahmi dengan nomor surat : 11/DPC PROJO BLTR/VIII/2021.

Namun permohonan silaturahmi DPC Projo Blitar ditolak halus dengan surat balasan nomor : 220/490/409.202.3/2021 yang ditandatangani oleh kepala bakesbangpol Ahmad Budi Hartawan, S.Sos pada tanggal 9 September 2021.

Ketika dikonfirmasi terkait permohonan silaturahmi yang ditolak halus tersebut, Ketua DPC Projo Kabupaten Blitar, Haryono, membenarkan.

“Kami selama 7 tahun berdiri, belum pernah sekalipun ditolak untuk ketemu Bupati”, kata Haryono, Sabtu (11/9/2021).

Dalam hal ini, baru kali pertama terjadi dan dialami DPC Projo Kabupaten Blitar.

“Bupati sebelumnya selalu memberi ruang kepada kami mewakili Masyarakat. Baik pagi, sore ataupun malam hari. Dan kapanpun di telpon atau di WA, beliau selalu merespon. Inilah jiwa pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat”, kata Haryono.

Haryono meminta kepada Bupati untuk tidak memperbesar pembatas.

“Jangan terlalu memperbesar pembatas. Jika bupati menolak kami dengan alasan tunggu pandemi mereda, sampai kapan? Sementara kami lihat sendri diberbagai tempat dan kesempatan, bupati masih melakukan aktivitasnya baik diluar atau di dalam kantor”, ujar Haryono.

Tak hanya itu, Ketua DPC Projo Blitar juga menyarankan agar Bupati sekarang tidak mengubah pola komunikasi dengan rakyatnya sebagaimana yang telah terjalin baik dengan bupati sebelumnya.

“Pola-pola yang baik harus tetap dijaga, Janganlah pandemi ini selalu dijadikan alasan dekat dengan rakyat. Kami minta tolong, demi kemajuan kabupaten Blitar hilangkan dendam politik. Mari kita semua bergandengan tangan membangun kabupaten Blitar dengan segala potensi yang ada. Kalau di pusat semua warna bisa jadi satu kenapa Blitar tidak bisa ? Mari kita contoh kepemimpinan Pak Jokowi sebagai perekat persatuan bangsa”, tandas Haryono. (Eko Hadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan