Kiosnya Mau Dibongkar, 48 Pedagang Diseputaran Stadion Cot Gapu Minta Keadilan

  • Whatsapp
Suasana kios-kios yang berada di Seputaran Stadion Cot Gapu Kabupaten Bireuen. (Photo. Hendri)

BIREUEN – Sebanyak 48 pedagang yang berjualan diseputaran Stadion Cot Gapu lama, menyayangkan dengan kebijakan pemerintah daerahnya yang akan membongkar kios mereka paling lambat tanggal 15 September 2021 mendatang. Pembongkaran tersebut seiring rencana Pemda Bireun yang akan membongkar studion lama tersebut.

“Sebagai putra daerah Desa Cot Gapu, kami sangat menyayangkan dengan kebijakan yang diambil oleh pimpinan daerah. Buktinya stadion yang baru belum ada, tapi stadion lama sudah akan dibongkar atau diruntuhkan,” kata Hermansyah, salah satu pedagang yang berjualan diseputaran Stadion Cut Gapu lama kepada portal-indonesia.com, Jumat (11/9/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara para pedagang disekitaran Gedung DPRK yang lagi dibangun, masih diberi kesempatan untuk berjualan. “Apakah kebijakan Pemda adil terhadap rakyat kecil seperti kami ini? Lalu mengapa Stadion Cot Gapu yang belum dirobohkan kami harus segera pindah, dan kami semua belum tahu mau pindah kemana?”kata Hermasyah yang terlihat wajahnya sangat sedih.

Sejumlah pedagang Diseputaran Stadion Cot Gapu, Bireuen.

Menurut Hermansyah, jika pembongkaran itu terjadi dalam waktu dekat ini, potensi jumlah pengangguran akan bertambah. “Otomatis, jumlah kemiskinan di Kota Santri yang tercinta ini juga akan bertambah,” imbuhnya.

Masih menurut Hermansyah, semenjak terjadi pandemi Covid-19, dampaknya juga sangat dirasakan.sejali oleh para pedagang yang berjualan di Studion Cut Gapu. Sementara jika melihat dari proses pembongkaran Stadion Cot Gapu yang baru beberapa prosen dimulai, ia memprediksi tidak akan selesai secara keseluruhan dalam waktu satu atau dua bulan ini.

“Untuk itu kepada bapak Bupati, Sudi kiranya untuk mempertimbangkan agar menunda atau memberi waktu agar kios-kios yang ada disekitaran studion ini jangan dulu dibongkar karena pedagang yang mencari rizki disekitan sini, mayoritas tergolong warga miskin. Berikanlah kesempatan kepada pedagang untuk tetap berjualan mencari sesuap nasi untuk keluarga, tolong jangan diusir seperti pendatang ilegal (haram). Mereka juga warga Kabupaten Bireuen ini”, ucap Hermansyah lirih penuh harap.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Bireuen, Alie Basyah mengatakan, bahwa pada bulan 7 (Juli) para pedagang diseputaran Stadion Cot Gapu telah dipanggil ke kantor Disperindagkop. “Saat itu, juga dilakukan pengumpulan KTP dan memberitahukan supaya tempat jualan agar segera di bongkar secepatnya,” kata Alie Basyah.

Setelah pertemuan itu, kemudian pihak Disperindagkop pada beberapa Minggu berikutnya mengirim surat pemberitahuan kepada para pedagang tersebut, bahwa pembongkaran kios paling lambat tanggal 15 September 2021. “Apabila tidak dilaksanakan, maka akan dibongkar oleh Pemda Bireuen sesuai prosedur yang berlaku,” tandas Alie Basyah.

Alie Basyah menegaskan, bahwa Pemda tidak menyediakan lokasi pemindahan jualan para pedagang di seputaran Stadion Cot Gapu. “Begitu juga dengan dana ganti rugi untuk para pedagang, tidak ada ganti rugi,” pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, Bupati Bireuen, H.Muzakkar, belum bisa ditemui untuk dimintai keterangannya. “Bapak Bupati sedang istirahat,” kata Zulmi selaku Ajudan (Adc) Bupati di kediaman Bupati Bireuen.(Hendri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan