Selepas dari Sawah, Pertani HKTI Jatim Kunjungi Ponpes di Kabupaten Pasuruan

  • Whatsapp

PASURUAN – Belasan aktifis dari organisasi Perempuan Tani HKTI Jatim turun ke sawah bersama para petani desa Pukul kecamatan Keraton kabupaten Pasuruan menanam benih Jagung.

Ketua Pertani HKTI Jatim Dr Lia Istifhama bersama pengurus DPP Pertani HKTI Jatim yang saat itu didampingi Hj Nikmah Jamilah S.Pd M.PdI beserta pengurus DPK Pertani HKTI kabupaten Pasuruan yang diketuainya.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Ning Lia sapaan akrab Dr Lia Istifhama menyampaikan bahwasanya ia bersama segenap pengurus Perempuan Tani di Jawa Timur sangat ingin menguatkan spirit Jatim bangkit yang selama ini digelorakan oleh Gubernur Jatim, terlebih pada peringatan dirgahayu Indonesia ke-76 yang sudah berlangsung pada tanggal 17 Agustus kemarin, bahwa pertumbuhan Indonesia tak lain bersumber dari kekuatan pertanian.

Harapannya yaitu dapat meningkatnya produktivitas hasil pertanian dan menurunnya biaya produksi.

“Terwujudnya hasil tani yang memiliki karakter subur yaitu sehat utuh besar unggul dalam pemasaran dan ramah lingkungan.”, tuturnya.

Lebih lanjut, Ning Lia mengungkapkan,
“Ketika kita berbicara ramah lingkungan, di situ lah kenapa kami sangat ingin menggunakan produk yang berasal dari hayati.”, ucapnya kepada media.

Selanjutnya, Ketua DPK Pertani HKTI kabupaten Pasuruan, Hj. Nikmah Jamilah S.Pd M.PdI mengutarakan, Perempuan Tani HKTI kabupaten Pasuruan ingin konsentrasi dengan hasil tani yang ada di kabupaten Pasuruan sesuai potensi dan jenis tanah yang ada di kabupaten Pasuruan. “Semisal yang di daerah panas kita konsentrasi dengan tanaman untuk daerah panas. Dengan konsentrasi seperti itu insyaAllah nanti hasilnya bisa meningkat lebih banyak dan menghasilkan mutu yang lebih baik” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Rhoudhatun Nur Salim, yang juga seorang anggota Dewan dari fraksi Nasdem, Hj.Nikmah Jamilah S.Pd M.PdI mengatakan, pihak ponpes memberikan dukungan kepada anak-anak asuh di ponpesnya dengan memberikan pendidikan yang tidak hanya di bangku sekolah saja. Pada hari Jumat dan hari Minggu juga pihak ponpes ajak anak-anak untuk langsung ke sawah, untuk mengetahui bahwa kehidupan yang ada tidak hanya di kantor saja, tapi ada di pertanian, ada di lautan.

“Semuanya kami ajarkan kepada anak-anak kami dengan cara memberikan contoh yang paling sederhana. Mereka tidak harus kerja di kantor, tapi kami harapkan mereka bisa menjadi santri yang tangguh yang bisa di kantor, bisa di lapangan dan juga bisa di ladang” paparnya.

Ning Lia menimpali, “Jadi, apa yang disampaikan oleh ketua kabupaten Pasuruan, maka kita di-remind-kan pentingnya pengolahan pertanian atau pemanfaatan lahan pertanian sesuai dengan karakter wilayah yang pertama, kemudian penting sekali adanya sebuah diversifikasi atau penyajian banyak potensi karir untuk supaya mereka meningkatkan sektor ekonomi produktif yang di antaranya adalah ayo kembali bercocok tanam, ayo kuatkan sumber daya alam ini menjadi hal penting karena memang pertanian adalah pondasi bangsa, dalam hal ini ketika sektor agro itu kuat maka oleh sektor menjadi grow atau tumbuh itu saja dari saya” terangnya.

Seusai berkegiatan di sawah, belasan aktifis perempuan itu melanjutkan giat kunjungan di dua tempat Pondok Pesantren di kabupaten Pasuruan, yang di antaranya adalah Pondok Pesantren Syamsul Arifin di desa Pukul kecamatan Keraton, dan Pondok Pesantren Rhoudhatun Nur Salim yang berlokasi di desa Bayeman kecamatan Gondang Wetan kabupaten Pasuruan.

Pada kesempatan itu, Ketua Pertani HKTI Jatim Dr Lia Istifhama bersama pengurus DPP Pertani HKTI Jatim saat itu didampingi Hj Nikmah Jamilah S.Pd M.PdI beserta pengurus DPK Pertani HKTI kabupaten Pasuruan yang diketuainya.

Di Pondok Pesantren, Ning Lia sapaan akrab Dr Lia Istifhama beserta aktifis perempuan menyapa para santri dan santriwati serta memberikan motivasi agar terus giat belajar demi tercapainya apa yang dicita-citakan.

Turut bersama Ning Lia, diantaranya yaitu Wakil Ketua Pertani HKTI Jatim Veronika, dan Siti Fatimah Kurniasari dan lainnya selaku pengurus Pertani HKTI DPP Jatim.

Menjadi harapan Perempuan Tani HKTI, agar santri dan santriwati mampu menjadi santri yang tangguh, yang kelak mereka bisa menerapkan ilmunya tidak hanya di kantor, namun juga bisa di lapangan, dan bisa di ladang.(3R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan