Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Materi Tersampaikan dengan Baik 

  • Whatsapp
Suasana pembelajaran tatap muka terbatas di SMPN 15 Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (07/09/2021) 

MALANG RAYA – Pelaksanaan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) di seluruh sekolah di Kota Malang, Jawa Timur, telah dimulai sejak Senin (6/9) kemarin.

Terkait pelaksanaan PTMT ini, salah satu tenaga pengajar menyampaikan perasaan leganya karena sudah bisa bertemu langsung dengan murid-muridnya langsung dan tidak lagi mengajar secara virtual.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, dengan adanya PTMT yang dimulai sejak kemarin, semakin memudahkan kami dalam proses pembelajaran, dan bisa bertemu secara langsung dengan anak-anak, sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik tanpa ada kendala” ujar Galuh, guru Bahasa Indonesia sebuah SMP di Kota Malang, saat dihubungi portal-indonesia.com lewat celuler, Selasa (7/9/2021)

Disinggung penerapan protokol kesehatan,  Galuh mengatakan, baik siswa maupun tenaga pendidik tetap mentaati.

“Selama ini yang saya lihat, para guru dan siswa senantiasa menaati prokes, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan tetap menjaga jarak” ujarnya.

Pantauan portal-indonesia.com, nampak para siswa SMPN 15 Kota Malang dan SMPN 30 Mulyorejo cukup merasa senang dan antusias dengan berlangsungnya pendidikan faktual secara langsung karena proses penerimaan pelajaran dapat diterima oleh para siswa secara langsung di dalam ruangan kelas.

Pada hari awal PTMT itu dimulai, nampak sejumlah siswa SMPN 30 Mulyorejo sibuk mencari ruang kelas barunya, terutama siswa kelas 7 SMPN 30 Mulyorejo yang tempat belajarnya masih ditampung di SMPN 15 Kota Malang karena gedung sekolahnya masih dibangun.

“Saya siswa baru di SMPN 30 Mulyorejo, tetapi masih bergabung dengan SMPN 15 karena gedung sekolahnya masih dibangun, dan saya sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman baruku dan guru-guruku. Apalagi bisa kenal langsung” ujar siswa baru SMPN 30 Mulyorejo kelas 7.1 bernama Nur Azizah Aulia Putri

Keantusiasan juga terlihat pada para tenaga pendidik meski proses pembelajaran di ruangan kelas sekolah hanya maksimal selama 2 jam.

Menurut sebagian tenaga pendidik maupun siswa, pembelajaran secara daring itu dianggap kurang afdol. Sedangkan pembelajaran tatap muka terbatas ini dapat lebih mengaktualisasikan metode pembelajaran secara lebih maksimal.

Untuk diketahui, sebagai realisasi penerapan protokol kesehatan, pihak SMPN 15 Kota Malang, SMPN 30 Mulyorejo dan sekolah lainnya telah menetapkan hari dan waktu atau pembagian secara bergilir jadwal masuk para siswa.(galih)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan