Dugaan Laporan Dana BOS Fiktif, LSM Sorot Kinerja Kepala SMA di Cimahi

  • Whatsapp
SMAN 6 Cimahi, Jl Perum Cijerah/Melong Cimahi Selatan, Jabar. 

CIMAHI – Dugaan fiktif laporan dana BOS (bantuan operasional sekolah) TA. 2020 dan 2021 sebuah SMA Negeri di wilayah Cimahi menyeruak setelah sejumlah lembaga swadaya masyarakat menemukan kejanggalan dalam laporan dana BOS pada sekolah tersebut.

Sorotan ini, salah satunya datang dari ketua LSM GEBRAK (Gerakan Berantas Korupsi). “Ada dugaan laporan fiktif yang dilakukan oknum kepala sekolah itu,” kata Hilman Ketua LSM GEBRAK, Senin (6/9/2021).

Bacaan Lainnya

Hilman menceritakan, sebelumnya LSM GEBRAK dan rekan-rekan pada Senin (30/8/2021), melayangkan surat kepada Kepala SMAN 6 Cimahi, untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan dana sesuai yang tercantum dalam LPJ BOS pada sekolah tersebut.

Namun LSM GEBRAK dan rekan-rekannya merasa kecewa karena Kepala SMAN 6 Cimahi berinisial AS, tidak mau menjawab dan beralibi tidak dalam substansi yang dipertanyakan oleh pihak LSM Gebrak

“Kami menyayangkan sikap kepala SMAN 6 Cimahi yang tidak mau menjawab dan beralibi yang tidak dalam substansi yang kami pertanyakan ” kata Himan.

Menurut Hilman, pihaknya mempertanyakan penggunaaan dana BOS SMAN 6 Cimahi TA 2020 dan 2021 karena dana BOS yang diterima SMA dalam situasi pandemi Covid-19 ini jumlahnya sangat fantastis dengan sejumlah kejanggalan.

“Pada LPJ Dana BOS TA.2020 Tahap 1 nilainya sebesar Rp461.143.527, Tahap 2 Rp428.986.174, Tahap 3 Rp802.170.299. Kemudian dana BOS TA 2021 Tahap 1 sebesar Rp179.125.790, dan Tahap 2 Rp1.056.280.210,- dengan total keseluruhan dana BOS Tahun 2020 dan 2021 sebesar Rp2.927.766.000,” ungkap Hilman.

Masih menurut Hilman, pihaknya menduga fiktif laporan dana BOS TA. 2020 dan 2021 yang jumlahnya sangat fantastis itu, karena dari laporan yang didapat, ada pembiayaan yang tidak masuk akal dengan menelan anggaran belanja cukup besar.

“Pembiayaan yang tidak masuk akal dengan nilai besar itu seperti pembiayaan ekstra kurikuler. Ini salah satu terindikasi laporan fiktif yang dibuat pihak SMAN 6 Cimahi dimana kita tahu dalam situasi pandemi Covid-19, semua pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring, Jadi kami mempertanyakan penggunaaan dana BOS sebesar itu ke kepala sekolahnya,” beber Hilman.

Terkait hal ini, lanjut Hilman, pihaknya akan menindak lanjuti secara administrasi ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Selain itu, juga akan membuat Lapdu ke pihak berwenang untuk meminta pertanggung jawaban dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang diduga sudah menyalahgunakan wewenang untuk meraup keutungan pribadi dan merugikan keuangan negara sesuai dengan UU RI NO 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dana BOS itu untuk memajukan pendidikan di negeri ini, membantu anak anak generasi bangsa agar bisa tetap bersekolah dengan mengurangi beban masyarakat. “Namun jika dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang rakus haus kekayaan, kami LSM Gebrak akan terus maju mengawal mengontrol jalannya pemerintahan yang bersih dari tindakan KKN merugikan Negara juga masyarakat, sesuai protap kami sebagai lembaga swadaya masyarakat,” pungkas Hilman. (Landong Gultom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan