Baru Menjabat, Kepala Puskesmas Arjuno Pimpin Langsung Evakuasi ODGJ

  • Whatsapp
Proses evakuasi ODGJ ke Camp Assessment Dinsos Kota Malang.(Photo. Junaedi)

KOTA MALANG – Puskesmas Arjuno Kecamatan Klojen Kota Malang baru saja berganti pimpinan. Terhitung sejak Senin (6/9), pimpinan baru Puskesmas Arjuno, adalah dr. Edy Dwitanto.

Mantan Kepala Puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun ini pun langsung tancap gas dalam melaksanakan tugasnya.

Bacaan Lainnya

Di hari kedua ia memimpin, Selasa (7/9), terjadi peristiwa dimana seorang pasien yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) warga Kidul Dalem, harus dievakuasi ke Camp Assesment Dinsos Kota Malang. Dalam proses evakuasi pasien ODGJ ini langsung dipimpin oleh dr. Edy.

Namun sempat terjadi kendala ketika pasien ODGJ itu hendak dibawa masuk ke mobil ambulance Puskesmas Arjuno. Pasien ODGJ itu enggan untuk dievakuasi.

Berkat kesigapan Aiptu Heru Satrio W selaku Bhabinkamtibmas dibantu Linmas dan warga, akhirnya pasien ODGJ itu pun bisa dievakuasi masuk ambulance Puskesmas Arjuno.

Kemudian mobil ambulance yang dikemudikan oleh dr. Edy didampingi Eka Widya, Amd., salah satu Kepala Program Kesehatan Jiwa, langsung membawa pasien ODGJ itu ke Camp Assessment Dinsos Kota Malang.

dr. Edy mengatakan, ketika masih di Puskesmas Ciptomulyo, dirinya juga sering terlibat dalam evakuasi ODGJ.

“Untuk mengevakuasi ODGJ ke Basecamp assessment ini saya baru pertama kali, karena biasanya pasien ODGJ kita rujuk langsung ke RSJ Lawang” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa di Puskesmas Arjuno harus baik dalam melakukan penanganan pasien ODGJ.

“Yang saya inginkan dan terapkan di Puskesmas Arjuno ini nantinya penanganan pasien ODGJ harus tuntas dan tidak ada penelantaran” tegaanya.

dr. Edy juga mengatakan dirinya telah mendapat info bahwa ODGJ warga Kidul Dalem itu, adalah pasien tetap di Puskesmas Arjuno dan sebelum kambuh sering kontrol dan cek kejiwaan. Namun kendala adalah pasien tersebut tidak punya sanak keluarga yang mengawasi ataupun mengingatkan untuk meminum obat.

“Masalah inilah yang harus musti kita carikan solusinya, dengan harapan tidak ada lagi pasien ODGJ yang sudah sembuh kembali kambuh lagi” tutur pria kalem ini.

Ketika ditanya soal langkah penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Puskesmas Arjuno, dr.Edy menyatakan tekadnya untuk bersama-sama memutus mata rantai pandemi Covid-19.

“Ini adalah tekad kita bersama, saya sebagai kepala Puskesmas Arjuno akan all out dalam penanganan dan pencegahan pandemi ini. Saya akan berusaha menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk terus menggaungkan dan terus mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan kepada warga,” ucapnya.

Dalam perkembangan terakhir, grafik kasus Covid-19 cenderung menurun. Hal ini membuat dr. Edy merasa bersyukur.

“Alhamdulillah saya melihat grafik kasus Covid-19 ini cenderung menurun, tapi kita tidak boleh lengah dan tetap waspada. Kami akan terus berupaya agar warga yang terpapar Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Arjuno untuk bisa langsung dibawa ke ISOTER,” katanya.

Disebutkannya, bahwa sebanyak 2 orang yang menjalani isoman (isolasi mandiri) di wilayah kerja Puskesmas Arjuno akan secepatnya dievakuasi ke Isoter (isolasi terpadu).

“Untuk kasus aktif ada 22 orang, yang di rawat di RS 3 orang dan yang di Isoter 22 orang. Semoga dengan kerjasama berbagai pihak, pandemi Covid-19 bisa betul-betul ditekan sampai tidak ada lagi warga yang terpapar Covid-19” pungkasnya. (Junaedi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan