Tim Advokat AAP dan Partners Layangkan Dumas Hingga ke Kadiv Propam Mabes Polri, Berikut Penjelasannya

  • Whatsapp
Advokat, Kudu Surya Dharma (kuasa hukum pelapor), menunjukkan surat Dumas.

PASURUAN – Merasa kasus yang ditanganinya ada kejanggalan saat proses penyidikan, tim advokat Aditya Anugrah Purwanto SH (AAP) dan Partners selaku kuasa hukum dari pelapor SE telah melayangkan surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Kabid Propam Polda Jatim dengan tembusan ke Kadiv Propam Mabes Polri.

“Surat Dumas ke Kabid Propam Polda Jatim dengan tembusan ke Kadiv Propam Mabes Polri itu dikirim pada tanggal 26 Agustus 2021 lalu,” kata Tim advokat AAP & Partners melalui Kudu Surya Dharma SH, saat jumpa pers, Sabtu (4/9) di sebuah tempat di Pasuruan Kota.

Bacaan Lainnya

Surya Dharma mengatakan, pihaknya melayangkan surat Dumas terkait dugaan pelanggaran Administrasi Penyidikan (Mindik) tindak pidana dan etika profesi penyidik dalam penanganan sebuah perkara.

Ia menceritakan, proses ini diawali saat ia bersama tim melakukan penanganan sebuah perkara tindak pidana penipuan (378) dan/atau penggelapan (372) KUHP yang dialami korban SE, berdasarkan pada laporan nomor: LP-B/35/II/RES.1.11./2020/JATIM/POLRES PASURUAN KOTA tertanggal 18 Februari 2020 lalu, dimana sang pelapor SE melimpahkan kuasa hukumnya kepada tim AAP & Partners.

Dalam laporan SE, pihak terlapor yakni MR selaku terduga pelaku, diketahui sebagai seorang oknum PNS yang bertugas di bawah naungan Kementerian Agama RI tepatnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Terlapor MR saat itu menawarkan jasa bisa memasukkan dan menjamin anak dari pelapor SE menjadi PNS, dengan catatan membayar uang sebesar total 325 juta rupiah.

Namun faktanya, janji itu hingga detik ini tidak pernah terwujud dan bahkan uang yang janjinya mau dikembalikan juga tak kunjung dikembalikan oleh terlapor MR.

“Jadi klien kami melaporkan dugaan penipuan CPNS di Polres sejak Februari 2020 lalu, cuma permasalahannya Polres ini terkesan lamban. Makanya kenapa kami melakukan Dumas, tentang kinerja daripada penyidik yang ada di Polres Kota ini”, beber Surya Dharma.

Sebelumnya tim kuasa hukum dari pelapor SE juga sudah mengirimkan surat peringatan atau somasi ke Kapolres Paskot dengan nomor: 09/Somasi/VIII/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 kemarin terkait perkara tersebut. Namun kasus yang sudah berjalan hampir 2 tahun ini, belum ada penetapan tersangka terhadap pihak terlapor MR.

Mengingat hal tersebut, terpaksa tim advokat AAP dan Partners melayangkan surat Dumas. Dan dalam SP2HP yang ke-5 tertanggal 11 Juni 2021 lalu, menerangkan bahwa pihak penyidik telah menaikkan statusnya yaitu dari proses penyelidikan ke proses penyidikan.

“Disini kami terpaksa harus melayangkan Dumas, karena teguran kami secara lisan baik kepada Kanit penyidik maupun Kasat Reskrim saat itu seakan-akan tidak di gubris. Dan perkara ini sudah berjalan ditempat kurang lebih hampir dua (2) tahun”, tandas Surya Dharma.

Terakhir, lanjut dia, pada 18 Agustus 2021 kliennya telah mendapat salinan SP2HP ke-6 (penyidikan). “SP2HP ke-6 itu nomornya: B/494/VIII/RES.1.11./SP2HP Ke-6/2021/SATRESKRIM tertanggal 10 Agustus 2021,” tambahnya.

Selain korban SE, Surya Dharma sendiri juga membeberkan adanya korban lain yang juga masuk dalam pendampingannya dan dalam waktu dekat juga akan membuat laporan pengaduan yang sama.

“Yang jelas kami akan terus pantau ketika nanti ada progres, dan soal pencabutan Dumas saya sih gampang saja. Mari kita duduk manis, kita ngobrol dengan kepala dingin dan maunya seperti apa itu pasti terjadilah”, pungkasnya.

Mapolres Pasuruan Kota, Jawa Timur.

Di hari yang sama, ketika awak portal-indonesia.com mencoba melakukan konfirmasi ke Kapolres Paskot melalui Humas setempat, Kasubbag Humas Polres Paskot, AKP Kamarudin, tidak ada ditempat kerja dan masih tugas keluar.

AKP Bima Sakti Pria Laksana S.I.K, MH.

Sementara itu, Kasat Reskrim yang baru AKP Bima Sakti Pria Laksana S.I.K, MH sebagai pengganti Kasat Reskrim lama Iptu Rahmad Ridho Satrio, ketika dimintai keterangan terkait perkembangan kasus tersebut, ia menyampaikan bahwa setiap langkah-langkah dari penyidik, pasti akan mengirim SP2HP ke korban.

Selian itu, AKP Bima juga mengatakan beberapa hal kepada awak portal-indonesia.com.

“Pertama posisi saya disini baru, dan mohon waktunya lah. Yang jelas kasus ini masih kita dalami, sejauh apa dan apa yang bisa kita lakukan kedepannya pasti akan kita lakukan. Kita akan bergerak normatif, sesuai prosedur”, tegas Pak Bima (panggilan akrabnya). (Eko/Ghana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan