Pengunjung Mall Banyak yang Kesulitan Akses Aplikasi Peduli Lindungi

  • Whatsapp
Kustini Sri Purnomo (Foto : Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Setelah kasus Pandemi Covid-19 di Sleman berangsur-angsur menurun, Pemkab Sleman melakukan uji coba pembukaan mall dan pusat perbelanjaan di wilayahnya. Selama uji coba yang berlangsung sejak 24 Agustus tersebut, ternyata masih banyak pengunjung mall yang kesulitan mengakses aplikasi peduli lindungi.

Hal itu dikatakan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo usai melakukan evaluasi pelaksanaan uji coba pembukaan mall dan pusat perbelanjaan di Sleman Kamis (2/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Kustini Sri Purnomo, uji coba pembukaan mall dan pusat perbelanjaan di Sleman selama sepekan terakhir ini, dilakukan di lima mall dan pusat perbelanjaan di Sleman. Yakni, di Jogja City Mall, Hartono Mall, Sleman City Hall, Ambarukmo Plaza dan Transmart Yogyakarta.

Dalam uji coba tersebut, diterapkan aturan sebagai berikut. Yakni, pengunjung yang boleh masuk mall atau pusat perbelanjaan di Sleman selama masa uji coba tersebut, hanyalah anak atau orang yang sudah berusia 12 hingga 70 tahun dan harus sudah divaksin yang dibuktikan dari aplikasi peduli lindungi.

Namun dari pemantauan petugas, selama uji coba tersebut, ternyata masih banyak pengunjung yang kesulitan cara mengakses aplikasi peduli lindungi. Tetapi, pihak mall selalu sigap membantunya, sehingga dalam masa uji coba tersebut tidak ditemukan permasalahan yang berarti,” ungkap Kustini.

Kustini menambahkan, penggunaan aplikasi peduli lindungi yang diterapkan di masing-masing lokasi bertujuan untuk membantu pemerintah dalam melakukan pelacakan guna menghentikan penyebaran Covid-19.

Namun, kenyataanya masih banyak pengunjung yang kesulitan mengakses aplikasi peduli lindungi tersebut.

Oleh karena itu, sosialisasi aplikasi peduli lindungi akan terus dimassifkan. Sebab, ketentuan tersebut sudah menjadi ketentuan dari pemerintah pusat dalam perpanjangan PPKM Level 4 yang akan berlangsung hingga hingga 6 September mendatang.

Terkait penerapan aturan dan mekanisme prokes di dalam Mall, Kustini menyebut semua mall dan pusat perbelanjaan di Sleman telah menerapkan sesuai aturan. Dari hasil pantauan di lapangan juga belum ditemukan adanya pelanggaran.

“Namun jika dilihat dari jumlah pengunjungnya, untuk presentase kunjungan di mall yang diuji coba masih belum maksimal, yakni baru mencapai sekitar 19 persen dari kapasitas yang tersedia. Sedang penyebabnya belum diketahui pasti, namun diperkirakan karena ketatnya aturan sehingga banyak orang yang belum tertarik masuk mall karehna ketatnya aturan tersebut,” ujarnya. (Brd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan