Dihempas Ombak, Puluhan Saung di Tepi Pantai Dewaruci Porak-poranda

  • Bagikan
Kondisi saung di tepi Pantai Dewaruci yang rusak setelah disapu ombak (Foto : M. Fauzi/Portal lndonesia)

PURWOREJO – Adanya gelombang tinggi di pantai selatan mengakibatkan sejumlah saung atau tempat teduh dilokasi obyek wisata Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dikabarkan telah tersapu ombak gelombang tinggi, pada Kamis (11/8/2021) siang.

Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, karena pantai dalam kondisi sepi pengunjung lantaran masih tutup akibat PPKM. Namun sejumlah saung roboh akibat terjangan ombak. Warga yang mengetahui kejadian itupun langsung memindahkan seluruh saung ketempat yang agak jauh agar tak tersapu ombak lagi jika terjadi gelombang tinggi susulan.

“Sementara posisi pantai selatan Jawa termasuk di selatan Kabupaten Purworejo saat ini, seperti yang terjadi di pantai Desa Jatimalang ini, ombak cukup tinggi, berkisar antara 6-9 meter, hasil pantauan pos AL Jatimalang pada Kamis pagi menjelang siang, di pantai Desa Jatikontal sempat naik ke daratan hingga sampai ke jalan dan di pantai Jatimalang ini sampai ke warung atau saung yang ada di tepi pantai, bahkan saung-saung yang ada pantai Jatimalang ikut naik, namun tidak rusak,” ungkap Amat Bahri, petugas Pos Angkatan Laut di Pantai Desa Jatimalang saat ditemui dilokasi

Disampaikan, sesuai informasi perkiraan BMKG, ombak tinggi di sepanjang pantai selatan Jawa masih akan terjadi dalam waktu 24 ini bahkan hingga besuk pafa Jumat (12/8/2021). Namun demikian dirinya berharap ombak tidak terjadi terlalu tinggi hingga sampai ke warung dan merusakkan barang-barang yang ada di tepi pantai Desa Jatimalang.

“Dalam hal ini anggota Pos pantau Angkatan Laut bersama Tim SAR Desa Jatimalang telah mengantisipasi dengan melakukan patroli di sepanjang pesisir pantai selatan Purworejo, utamanya di wilayah pantai Desa Jatimalang,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada warga yang ingin berkunjung ke obyek wisata pantai Dewaruci Desa Jatimalang untuk ditunda, karena masih belum memungkinkan untuk dikunjungi berwisata.

Anggota Tim SAR Desa Jatimalang, Rusbiyanto, menambahkan, sudah sejak tiga hari ini warga juga nelayan di Desa Jatimalang telah menghentikan aktifitas di tepi pantai Desa Jatimalang. Guna mengisi kekosongan waktu dan menunggu sampai kondisi ombak normal kembali, warga dan nelayan beralih aktifitas kegiatan lain.

“Karena ombak sedang tinggi nelayan libur melaut, mereka beralih kegaiatn alin, ada yang berkebun atau mengerjakan lahan pertanian, ada yang beraktifitas di tambak udang dan kegiatan lain,” katanya.

Meski masih dalam kondisi sepi lantaran masih dalam masa PPKM, petugas Pos pantau Angkatan Laut dan TIM SAR Desa Jatimalang mengaku akan terus melakukan pemantauan, karena masih ada satu atau dua orang yang berkunjung di kawasan pantai meskipun hanya bertujuan untuk membeli kuliner yang ada di kawasan Pantai Desa Jatimalang.

“Ya kami berharap ada perhatian dari sejumlah pihak terkait, utamanya dalam memberikan tambahan fasilitas dan peralatan yang dilakukan teman-teman Tim SAR, meski obyek wisata masih tutup, pantauan masih terus dilakukan, karena satu atau dua orang ada yang datang, meskipun hanya untuk membeli kuliner yang ada di kawasan wisata ini,” harapnya.  (Fauzi)

12 Views
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: