Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Dimasa Pandemi

  • Whatsapp
Nasukedi, SPd, Guru SMKN 34 Jakarta (Ist)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbeda dengan daring (online) dan luring (offline).

Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (16/6) lalu, bahwa “Jadi yang pertama yang ingin kami sampaikan, PJJ itu tidak sama dengan pendidikan pembelajaran online, jadi mohon ini kadang-kadang orang menyamakan yang namanya PJJ itu sama dengan pembelajaran daring dan luring,”

Bacaan Lainnya

Pendidikan jarak jauh ( bahasa Inggris: distance education ) adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Pembelajaran elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.
1. ^ Simonson, M., Smaldino, S., Albright, M.,& Zvacek, S. (2006). Teaching and learning at a distance: Foundations of distance education (3rd ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Pendidikan jarak jauh adalah suatu kajian kependidikan yang terus berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Karena itu juga pendidikan jarak jauh sering dipersepsikan sebagai suatu inovasi dalam metode pembelajaran abad 21 yang memiliki daya jangkau lintas ruang, waktu, dan sosioekonomi. Dengan adanya inovasi ini, masyarakat memiliki pilihan alternatif untuk mengakses pendidikan.

Secara umum, pendidikan jarak jauh memiliki prinsip yang mencakup antara lain:
Akses, yakni terkait dengan keinginan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan melalui penyelenggaraan pendidikan yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi, bersifat massal, ekonomis, serta meminimalkan kendala jarak dan waktu.

Pemerataan yang merujuk kepada asas keadilan dan persamaan hak bagi siapa saja untuk mengenyam pendidikan tanpa dibatasi oleh berbagai kendala.

Kualitas, yaitu berkenaan dengan jaminan standar pengajar, materi bahan ajar dan ujian, dan proses pembelajaran interaktif yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi.
Karakteristik pendidikan jarak jauh

  1. Pendidikan jarak jauh memiliki beberapa karakteristik dasar, yaitu: Pengajar dan peserta didik tidak berada dalam satu ruang yang sama saat proses belajar-mengajar berlangsung.
  2. Penyampaian materi ajar dan proses pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.

  3. Menekankan pada cara belajar mandiri namun ada lembaga yang mengaturnya.

  4. Keterbatasan pada pertemuan tatap muka. Biasanya pertemuan tatap muka dilakukan secara periodik antara peserta didik dengan pengajar atau tutor.

  5. Fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain masing-masing peserta didik dapat mengatur waktu belajarnya sendiri sesuai dengan ketersediaan waktu dan kesiapannya.

Keunggulan dan kelemahan pendidikan jarak jauh Keunggulan dari metode pendidikan jarak jauh antara lain:
1. Proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh keharusan pengajar dan peserta didik untuk berada di ruang dan waktu yang sama.
2. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi sebagai media pembelajaran menimbulkan biaya yang lebih rendah baik bagi penyelenggara pendidikan jarak jauh maupun peserta didik.
3. Materi ajar dan berbagai interaksi dalam bentuk tulisan yang dikemas secara digital memungkinkan peserta didik untuk dapat membaca kembali berulang-ulang informasi yang tercatat di dalamnya.
Kelemahan dari metode pendidikan jarak jauh antara lain:
1. Minimnya kontak langsung antara pengajar dan peserta didik memperlambat proses terbangunnya relasi sosial dan nilai-nilai yang menjadi tujuan dasar dari pendidikan.
2. Rendahnya kontrol terhadap proses pembelajaran sebagai impikasi dari cara belajar mandiri yang menjadi titik berat dari pendidikan jarak jauh.

  1. Keterbatasan teknologi komunikasi dan informasi yang tidak dapat menggantikan sepenuhnya proses komunikasi dan interaksi secara langsung yang terjadi dalam pendidikan konvensional.

Pembelajaran daring sederhananya dapat diartikan sebagai sebuah sistem kegiatan pembelajaran yang dilakukan tanpa melalui tatap muka secara langsung melainkan melalui jaringan internet. Kusumawardani menyebut pembelajaran daring sebagai bagian dari E- Learning atau pembelajaran elektronik. E-Learning menurutnya merujuk pada sebuah proses pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai mediumnya.

E-Learning merupakan hasil integrasi yang sistematis atas komponen-komponen pembelajaran yang tetap memperhatikan mutu, sumber belajar, serta berciri khas adanya interaksi pembelajaran (engagement) lintas waktu juga ruang.
Kegiatan pembelajaran daring dilakukan melalui berbagai platform komunikasi khusus yang memungkinkan aktivitas pembelajaran selayaknya di dalam kelas dapat dilakukan. Seperti Google Classroom, Google Meet, Zoom, Edmodo, dan lain sebagainya. Melalui platform tersebut interaksi antara pengajar dengan siswa pun dapat berjalan, materi pelajaran hingga ujian atau tes pun dapat dilakukan.

Adanya pembelajaran daring menunjukkan kepada kita betapa pentingnya kegiatan belajar mengajar untuk tetap dilaksanakan meskipun keadaan yang tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung.

Keuntungan Pembelajaran Daring
1. Proses pembelajaran tanpa dibatasi ruang dan waktu ( pelaksanaan dapat terjadwal ).
2. Akses pembelajaran yang lebih luas dengan menggunakan media on line
3. Materi ajar dapat diulang ulang melalui literasi media on line Kendala Pembelajaran Daring
1. Salah satu yang cukup banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia misalnya kurangnya sarana yang mendukung baik bagi siswa maupun pengajar untuk memungkinkan kegiatan pembelajaran daring berlangsung seperti telepon pintar, akses internet, laptop, atau komputer.

  1. Siswa juga banyak yang mengeluhkan merasa kurang paham dengan materi serta tugas mandiri yang diberikan.
  2. Merasa kurang fokus juga konsentrasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Dari uraian di atas tentang perbedaan antara pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dan pembelajaran daring ( E learning ). Saya akan sampaikan bentuk perencanaan pembelajaran Sistem Pengapaian Elektronik didalam pembelajaran Daring ( E learning ). Pembelajaran blanded learning akan berhasil jika dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tersusun agar semua komponen dalam pembelajaran tersampaikan di masa pandemi atau juga menyongsong bentuk pembelajaran abad 21 seperti dibawah ini.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Guru : Nasukedi,S.Pd
Nama Sekolah : SMKN 34 Jakarta
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda motor ( PKSM ) Kompetensi Keahlian : Teknik Bisnis Sepeda Motor
Kelas/Semester : XI/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Materi Pokok : Menerapkan Cara Perawatan Sistem Pengapian Pengapian elektronik Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2 JP @ 45 Menit)

Kompetensi Inti:
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup Teknik Bisnis Sepeda Motor kerja pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi materi pengapian elektronik, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan ma

salah sesuai dengan lingkup Teknik Bisnis Sepeda Motor. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KD 3 KD 4
3.5 Menerapkan cara perawatan sistem pengapian pengapian elektronik 4.5 Merawat berkala sistem pengapian pengapian elektronik
IPK 3 IPK 4
Mengkonsep (C3) fungsi pengapian elektronik
Menelaah (C4) prinsip kerja pengapian elektronik
Menguraikan (C4 ) cara kerja pengapian elektronik
Memerinci (C4 ) komponen komponen pengapian elektronik
Menelaah (C4) fungsi komponen komponen pengapian elektronik
Menerapkan (C3) cara perawatan pengapian elektronik Melakukan (P5) pemeriksaan komponen komponen pengapian elektronik
Menentukan (P5) hasil pemeriksaan komponen pengapian elektronik
Melakukan (P5) pengujian/pengetesan pengapian elektronik
Mengelola (P5) perawatan berkala sistem pengapian pengapian elektronik

Tujuan Pembelajaran :
Ditulis lengkap dengan unsur A: Audience, B: Behaviour, C: Condition, D: Degree Gunakan Kata Kerja Operasional untuk pemilihan kata pada komponen Behaviour
3.5.1.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik (C), peserta didik (A) dapat mengkonsep fungsi sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi,disipin dan bertanggung jawab (D).
3.5.2.1 Setelah mempelajari materi pengapian elektronik(C) peserta didik (A) dapat menelaah prinsip kerja sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi dengan benar dan bertanggung jawab (D).
3.5.31 Setelah mempelajari materi pengapian elektronik (C) peserta didik (A) dapat mengkatagorikan jenis jenis sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi dengan benar dan bertanggung jawab. (D)
3.5.4.1 Setelah mempelajari materi pengapian elektronik (C) peserta didik (A) dapat memerinci cara kerja sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi dengan benar bertanggung jawab.(D)
3.5.5.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik ( C ), peserta didik (A) dapat menelaah fungsi komponen komponen sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi dengan disiplin,santun dan bertanggung jawab.(D)
3.5.6.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik tentang materi pengapian elektronik
(C) peserta didik (A) dapat menerapkan perawatan sistem pengapian elektronik (B) sesuai buku referensi dengan disiplin, sopan dan bertanggung jawab.(D)
4.5.1.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik ( C ), peserta didik (A) dapat Melakukan pemeriksaan komponen komponen sistem pengapian elektronik (B) sesuai dengan SOP.(D)
4.5.2.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik ( C ), peserta didik (A) dapat menentukan hasil pemerikasaan komponen komponen sistem pengapian elektronik (B) sesuai SOP (D)
4.5.3.1 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik( C ), peserta didik ( A ) dapat Melakukan pengujian /pengetesan sistem pengapian elektronik (B) sesuai SOP (D)
3.5.1.2 Melalui diskusi dan menggali informasi materi pengapian elektronik ( C ), peserta didik (A) dapat Mengelola perawatan berkala sistem pengapian elektronik (B) sesuai SOP (D)
Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan: Saintifik Model:
Problem Base Learning I. Kegiatan Pendahuluan (waktu 20 menit)
a. Pengkondisian peserta didik melalui Whatsapp Group Class. ( menginfokan link sehari sebelum pembelajaran)
b. Peserta did

ik diminta masuk google meet melalui link yang telah dikirimkan guru melalui aplikasi Whatsapp. (PPK-Intergritas )(TPACK)
c. Peserta didik diminta untuk mengisi absensi melalui link google form yang dikirim melalui Whatsapp Group Class.
d. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran (google meet) (PPK-Religius)
e. Mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran
f. Memberitahukan tentang materi, kompetensi dasar, IPK dan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung melalui PPT yang ditayangkan melalui google meet (Literasi Digital)
g. Memberikan gambaran materi tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dikehidupan sehari-hari. (google meet)

Metode:
Diskusi, Presentasi, evaluasi, kerja kelompok, self management
Media dan Alat Pembelajaran:
1. Alat/bahan:
– Unit Sepeda Motor Honda Kharisma 125
– Trainer sistem pengapian Elektronik
– Avo meter
– Timing light

  • Ignition ceker
  • 1 set tool kit
  • APD
  • Kain majun
  1. Media :

– Modul
– LCD Proyektor
– Laptop
– HP android
– Buku BPR Motor Honda Kharisma 125
– Literasi yang mendukung di pembelajaran sistem Pengapian elektronik
– internet
Untuk pembelajaran daring/blended bisa ditambahkan:
• Handphone Android
• Whatsapp Group
• Google form/drive
• Aplikasi Microsoft Teams
• Aplikasi Googleclassroom
• Zoom/Google Meeting
• laptop h. Mengaitkan materi/ tema/ kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, ( Penguatan/motivasi ) (google meet)
i. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. (Penguatan karakter ) (google meet)
j. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan. (google meet)
II. Kegiatan Inti (waktu 60 menit)
a. Mengidentifikasi masalah (Orientasi peserta didik pada masalah)

• Guru menayangkan video tentang kerusakan system Pengapian elektronik di google meet/ google classroom/ Whatsapp Group Class. (literasi, Critical Thinking)
 Guru meminta peserta didik untuk melihat, memperhatikan dan mengamati tampilan video (Saintifik, ICT, Literasi Digital) yang terkait dengan ”system Pengapian elektronik”. (google meet)/ google classroom/ Whatsapp Group Class.
 Guru meminta peserta didik mengobservasi dengan diskusi kemungkinan gangguan yang terjadi di system Pengapian elektronik. (googlemeet)
 Guru meminta peserta didik menggali informasi tentang kemungkinan ganguan-gangguan yang terjadi pada system Pengapian elektronik melalui modul yang dikirimkan oleh guru atau mencari literasi lain yang sesuai melalui google classroom (literasi, critical thinking) . (google meet)
 Guru membagi kelompok diskusi didalam google classroom (google meet)
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi pada forum ( Karekter )
google classroom . (google meet)
b. Mengorganisasi dan membimbing penyelidikan peserta didik (menetapkan dan mengembang kan masalah)
• Guru menugaskan peserta didik untuk menganalisa kemungkinan ganguan- ganguan atau kerusakan pada system Pengapian elektronik dengan mengisi lembar LKPD yang dikirimkan melalui googleclassroom
• Peserta didik mendiskusikan berdasarkan observasi terhadap kemungkinan ganguan atau kerusakan yang terjadi pada system Pengapian elektronik. google classroom (collaboration, Comunication)
• Peserta didik mendeteksi letak gangguan kerusakan pada system Pengapian elektronik tersebut.
• Peserta didik berdasarkan diskusi dan observasi merumuskan kemungkinan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada system Pengapian elektronik serta bagaimanacara memperbaikinya sesuai SOP. Googleclassroom
• Peserta didik mencatat dan membandingkan (Hot’s) hasil diskusi dengan data pada modul
c. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
• Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi gangguan system Pengapian elektronik.
• Peserta didik membuat bahan presentasi tentang hasil pekinerjaannya.
• Guru menugaskan

Peserta didik untuk mempresentasikan hasil pekinerjaannya. (Hot’s) (google meet) (perorangan )
d. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
• Peserta didik menyampaikan presentasi system Pengapian elektronikdidampingi dan dinilai guru. ( mengkomunikasikan) (google meet)

• Peserta didik lain memberikan tanggapan dan masukan ( stimulus respon
) (google meet)
• Peserta didik membuat kesimpulan dari hasil pelaksanaan pembelajaran system Pengapian elektronik didampingi guru (google meet)
• Peserta didik mengerjakan soal evaluasi melalui link google form yang dikirim lewat whatsapp grup class
Sumber Belajar:
1. Buku dan modul
– Buku pedoman reparasi honda (BPR)Kharisma 125,Astra Honda training center
– Nugraha B ,2005. Fakultas Teknik UNY jurusan Pendidikan Teknik Otomotif, KODE MODUL SPD. OTO 225-01
2. Modul link
– http://staffnew.uny.ac.id/upload/1323 10888/pendidikan/Modul+Teknologi
+Sepeda+Motor+(OTO225-01)-
+Pengapian.pdf
– https://dokumen.tips/download/link/m odul-teknologi-sepeda-motor-oto225- 01-%20%20pengapian

  1. Vidio link

– https://youtu.be/x2Zt84OiyhQ
– https://youtu.be/W9_oWHMskdA
– www.youtube.com/watch?v=MFGdT bI95VE

Materi pengapian elektronik: Sub materi pengapian elektronik yang akan dipelajari meliputi : Pengetahuan adalah materi tentang fungsi, prinsip, jenis jenis, cara kerja, mengklasifikasi, cara kerja komponen dan penerapan perawatan system pengapian elektronik Ketrampilan adalah materi tentang pemeriksaan komponen komponen,
menentukan hasil pemerikasaan

Komponen – komponen, pengujian
/pengetesan dan perawatan berkala sistem pengapian elektronik Fokus Penguatan Karakter:
• Berani
• Percaya diri
• Kerja sama
• Kejujuran
• Menghargai sesama
• Pantang menyerah III. Kegiatan Penutup (waktu 15 menit)

a. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudahdilaksanakan. (google meet)
b. Guru memeriksa pekinerjaan peserta didik dengan cara peserta didik (google meet)mengumpulkan LKPD yang digunakan diskusimelalui whatsapp/Email
c. Peserta didik menerima informasi dari guru tentang materiuntuk pertemuan berikutnya. (google meet)
d. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memberi salam (google meet)
Asesment (mencakup penilaian proses dan hasil):
a. Sikap : Jurnal/observas ( daring )i, trampil, disiplin, ketepatan waktu, APD sesuai, rajin, peduli terhadap peralatan, ketaatan pada SOP,familier dan sopan

b. Pengetahuan : Soal evaluasi melaluai Google Form di Aplikasi Google Classroom daring, Soal Pilihan Ganda
c. Keterampilan : Praktek ( daring )
No Aspek penilaian Kriteria penilaian
1 1 2 3 4
2
3

Nama : Nasukedi, SPd
Asal Sekolah : SMKN 34 Jakarta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan