Todong Korban dengan Pisau, Tiga Pemeras di Banyumas Diringkus

  • Whatsapp
Salah satu pelaku pemerasan diinterogasi polisi (Ist)

BANYUMAS – Sat Reskrim Polresta Banyumas mengamankan tiga pelaku pengancaman dan pemerasan yang terjadi di wilayah Desa Karangsalam, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.

Adapun ketiga pelaku yang diamankan, yakni TW (20) warga Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng yang merencanakan tindak pidana, LA (33) warga Desa Karangnangka, Kedungbanteng, dan FS (26) warga Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Banyumas melalui Kasat Reskrim Kompol Berry memaparkan, peristiwa bermula pada Rabu 19 Mei 2021 lalu sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu korban IW (21) dan pelaku TW sedang berbincang di Gang sebelah utara kampus Unwiku turut Desa Karangsalam, Kedungbanteng. Tidak lama kemudian datang dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, lalu orang yang memegang kemudi turun dan menghampiri IW dan TW sambil menodongkan pisau dengan berkata “Pengin mati apa, ngeneh hpne karo dompete (Pingin mati apa, sini hp dan dompetnya),” kata salah satu pelaku.

Lantaran merasa takut dengan ancaman pelaku, akhirnya korban menyerahkan dompet dan handphone miliknya. Akibat kejadian tersebut IW dan TW mengalami kerugian berupa barang berupa 2 buah hp merek xiaomi dan samsung serta dompet yang berisikan uang sejumlah Rp. 200 ribu dan surat surat berharga milik korban.

Namun ternyata, lanjut Kompol Berry, aksi ini sejatinya merupakan skenario akal-akalan TW yang merupakan perencana atau otak tindak pidana pemerasan terhadap IW. “Jadi sebelumnya TW menelpon LS, merencanakan akan melakukan pemerasan terhadap korban IW. Setelah pelaku TW bertemu dengan korban IW, pada saat itu TW mengirimkan pesan melalui whatsapp bahwa mereka sudah dilokasi, tidak lama kemudian datang pelaku LS dan FS langsung melakukan aksinya,” bebernya.

Selain mengamankan ketiga pelaku, diamankan pula barang satu buah hp merek samsung, satu buah hp merek xiaomi, satu bilah pisau dapur dan satu buah dompet. Terhadap tersangka, dijerat dengan pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (trs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan