Indikator Kenyamanan dan Kebahagiaan dunia

  • Whatsapp

PALEMBANG – Gubernur Sumsel H.Herman Deru, bersama Ketua Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sumsel KH.Amiruddin Nahrawi (Cak Amir), para Asisten dan Pejabat dilingkungan Pemprov Sumsel, pada Jumat (18/6), melaksanakan safari Jumat di Masjid Al-Muhajirin Komplek Bumi Sriwijaya Indah (BSI), Palembang.

Dalam safari Jumat ini, Gubernur Sumsel H.Herman Deru bersama Ketua Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sumsel KH.Amiruddin Nahrawi (Cak Amir) dan rombongan, serta Jamaah Masjid Al-Muhajirin, mendengarkan khutbah Jumat, Khatib Ustadz H.Darul Jalal S.Ag.

Bacaan Lainnya

Khatib Darul mengajak semua yang hadir untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta memaknai kebahagiaan dunia.

1. Qalbun Syakirun (Hati yang selalu bersyukur).

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

Lanjutnya, seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

“Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW, yaitu ‘Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita’. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap ‘bandel’ dengan terus bersyukur maka Allah SWT akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi,” ucap Khotib Ustadz Darul.

“Berbahagialah orang yang pandai bersyukur!,’ tambahnya.

2. Al Azwaju Shalihah (Pasangan Hidup yang Saleh)

Pasangan hidup yang saleh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang saleh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesalehan.

“Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang saleh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang saleh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh,” ujarnya.

3. Al Uladun Abrar (Anak yang Saleh). 

Saat Rasulullah SAW lagi tawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet.

Setelah selesai tawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “ Kenapa pundakmu itu ?”

Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”.

Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”

Nabi Muhammad SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”.

“Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang saleh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh,” ucap khotib yang Personel Rohaniawan Bid Humas Polda Sumsel ini.

4. Al Biatu Salihah (Lingkungan yang Kondusif untuk Iman kita)

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang saleh. Orang-orang yang saleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

“Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh,” tuturnya.

“Kelima, Tafaqqohu Fiddien atau semangat untuk mempelajari Agama. Dan keenam, Barokatul umur yang barokah dan almalul wal halal,” tutupnya.

Sementara dalam dalam Safari Jumat ini, Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat memberikan sambutan mengatakan, bahwa selain untuk Salat Jumat berjamaah, Safari Jumat juga dijadikan untuk menyapa dan bersilahturrahmi dengan masyarakat.

“Melalui hal ini, kita bisa mempererat silaturahmi meski tidak bisa bertemu setiap saat, dan safari Jumat dapat bermanfaat mempererat ukhuwah (persaudaraan),” tukas Deru.

Diakhir acara Gubernur memberikan bantuan. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur melalui pengurus Masjid Al-Muhajirin Komplek BSI, Palembang.

Bantuan tersebut diberikan Gubernur kepada setiap masjid yang disambanginya dalam giat Safari Jumat, dan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmennya agar masyarakat tidak lagi meminta sumbangan di jalan raya untuk pembangunan rumah Ibadah (Masjid) dan mengurangi kemacetan dan lakalantas.

“Kita dukung tugas Polri dalam menjaga Kamtibmas,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan