Orangutan Melahirkan, GL Zoo Yogyakarta Tambah Koleksi Satwanya

  • Whatsapp
Bayi orangutan berkelamin jantan menambah koleksi satwa GL Zoo Yogyakarta (Ist)

YOGYAKARTA – Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta menambah koleksi satwanya. Bayi orangutan berkelamin jantan lahir dari pasangan induk  jantan bernama Popo (38 tahun) dan betina Joy (32 tahun).
“Bayi orangutan ini lahir dengan berat badan 1,57 Kg, sekarang setelah berumur tiga belas hari beratnya meningkat menjadi 1, 68 Kg,” kata Humas GL Zoo, Fahmi Ramadhan, Kamis (17/6/2021).

Satwa endemik Indonesia yang dilindungi ini lahir pada 4 Juni lalu. Orangutan memiliki kesamaan dengan manusia dalam masa kehamilanya, yaitu usia mengandung 8,5 – 9 bulan. Setelah kelahiran bayi orangutan tersebut, GLZoo terus melakukan pengawasan dan perawatan secara intensif untuk induk dan bayinya.

Bacaan Lainnya

Menurut Fahmi  hari pertama sejak kelahiran, perawat satwa  melakukan pemantauan, namun masih belum terpantau induknya menyusui bayinya. “Belum ada  perubahan perilaku pada induk betinanya. Puting susunya tidak terlihat menonjol. Karena itu perawat berupaya mentraining agar induk mau menyusui,” tuturnya.

Selama 30 jam sejak kelahiran, perawat memberi susu formula kepada bayi orangutan. Dan selanjutnya secara berkala diberikan susu setiap 3 jam. Selama dua hari pasca kelahiran bayi orangutan dari hasil pemantauan, sang  induk belum  juga mau  menyusui. Maka diputuskan untuk dilakukan hand-rear (rawat manusia).
“Pasca dilakukan hand-rear, terpantau kondisi induk normal. Bayi orangutan  juga terpantau baik. Suhu tubuh stabil dan minum susu lancar 150-160 ml/hari sesuai berat badanya,” jelas Fahmi.

Proses urinasi dan feses, masih menurut Fahmi lancar. Petugas terus melakukan observasi dan perawatan intensif selama 14 hari untuk memastikan kondisi anak baik dan sehat. Setiap hari perawat satwa memantau dan menimbang  berat badan, suhu tubuh dan berjemur.

Menurutnya bayi  orangutan itu  perlu diberikan susu setiap 2-3 jam sekali. Setiap hari anak dibawa  bertemu  induknya  untuk mencoba introduksi kembali jika memungkinkan.

Dengan kelahiran bayi orangutan Kalimantan  itu, kini jumlah orangutan  GL Zoo menjadi sebelas ekor, terdiri 4 jantan dan 7 betina. GL Zoo sebagai  kebun binatang yang berfungsi sebagai lembaga  konservasi ex-situ, terus menunjukkan andilnya dalam menjalankan pengembangbiakan terkontrol,  hingga penyelamatan tumbuhan dan satwa dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya, termasuk satu  di antaranya adalah orangutan.
Orangutan sendiri diklasifikasikan oleh IUCN ke dalam kategori kritis dan dilindungi berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Menteri LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Menurut Fahmi kelahiran ini merupakan salah satu aksi dari GL Zoo berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian ex-situ terhadap satwa yang kedudukannya semakin tersudutkan seiring ancaman di alam luar yang terus meningkat karena konflik dan pembalakan hutan yang semakin jauh dari kata lestari. “Mari bersama kita ciptakan dunia yang seimbang dan selaras dengan saling menjaga kelestarian satwa dan tumbuhan di mana pun berada,” ajaknya. (bams)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan