Puisi Rupa di Bulan Purnama

  • Whatsapp
Dari kiri : Watie Respati, Erica Hestu Wahyuni dan Rina Kurniyati (Ist)

YOGYAKARTA – Pameran seni rupa karya 10 perupa perempuan, sekaligus menerbitkan buku puisi berjudul ‘Rupa Puisi, Puisi Rupa’, dan peluncuran antologi puisi bakal digelar Kamis, 24 Juni mendatang dalam acara Sastra Bulan Purnama yang akan dilangsungkan pukul19.30 secara live di youtube Sastra Bulan Purnama.

Pembukaan   pameran  dilakukan,   Kamis,   17   Juni   2021 pukul 16.00  di   Tembi   Rumah Budaya, Jl. Parangtritis Km 8,5 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Dengan jumlah peserta terbatas. Pameran rencana dibuka Budi Argop Situngkir A.Md.I.P.,SH., M.H, Kakanwil Kemenkumham DIY.

Bacaan Lainnya

“Meskipun lebih  banyak menghasilkan karya seni rupa, tetapi para perempuan  ini sering menulis puisi. Maka, bagus juga kalau karya yang diciptakan digabung dalam satu buku,” tutur Watie Respati mewakili dari 10 perupa perempuan, Selasa (15/6/2021).

Wati Respati mengaku kerap tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama, baik membacakan  puisi karyanya  sendiri atau membacakan  puisi penyair lain. Lain lagi dengan Tara Nusantara, yang beberapa kali tampil. Selain dipadukan dengan tarian, pembacaan puisinya juga dikemas dengan musik, sehingga puisi, tari dan musik memadukan penampilannya.

Koordinator   Sastra   Bulan Purnama, Ons Untoro mengatakan setidaknya   awal   tahun   1970-an,   interaksi antara   pelukis   dan   pemyair   berlangsung   sangat   akrab.   Masing-masing   saling   bersahabat, bahkan   pada   masa   itu   dikenal   sebutan   poros   Malioboro-Gampingan.  Malioboro, sebagai   tempat mangkal para penyair Yogya, dan Gampingan adalah kampus ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta.

Namun,   sejak   akhir   1990-an,   lebih-lebih   setelah   tahun   2000-an,   suasana   akrab seperti dulu tidak lagi terlihat. Perupa dan penyair seperti mempunyai dunia masing-masing, tidak   saling   bersentuhan.   “Penampilan   perupa   perempuan   kali   ini,   setidaknya   bisa mengingatkan suasana 30-an tahun lalu,” kata Ons penuh harap. (bams)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan