Kasus Covid-19 Meningkat, Butuh Solusi Tepat

  • Whatsapp
Indah Az-Zahra (Praktisi Kesehatan)

OPINI – Sudah lebih dari 1,5 tahun pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Namun hingga kini, angka penurunan kasus covid-19 belum menemui titik terang. Tercatat sejak mei hingga juni 2021, covid-19 di Indonesia kembali mengalami kenaikan, angka kematian juga semakin menjadi ancaman. Menurut juru bicara satgas covid-19, Wiku Adisasmito menyebut jika keseluruhan kasus covid-19 dalam tiga pekan terakhir setelah libur lebaran meningkat menjadi 53,4 %. Angka kenaikan ini seiring juga dengan masuknya varian baru covid-19, varian mutasi ganda B.1.617 asal India, dan varian B.1.351 asal Afrika Selatan, Varian baru ini masuk dalam kategori varian of concern atau mutasi yang sangat menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasalnya dampak penularan dari varian baru ini dinilai lebih besar.

Berdasarkan data pemerintah hingga jumat, 11 juni 2021 terjadi penambahan 8.083 kasus baru covid-19, dengan total berjumlah 1.894.025 orang positif sejakn maret 2020 lalu. Sedangkan jumlah pasien meninggal dalam 24 jam terakhir sebanyak 193 orang, shingga total sebanyak 52.566 orang meninggal dunia hingga hari ini.

Bacaan Lainnya

Tercatat kasus diberbagai provinsi meningkat tajam, misal di DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi selama 10 hari terakhir, sejak 1-10 juni 2021. Dimana dalam 10 hari terakhir meningkat 302 persen, menjadi 2.293 kasus perhari. Sedangkan kenaikan kasus di kabupaten kudus mencapai 7.594 persen dengan BOR (Angka keterisian tempat tidur) mencapai 90,2%, 328 tenaga kesehatan di Kudus juga terinfeksi covid-19. Selain itu, dalam penelitian RSCM-FK UI menyebutkan jika kasus covid-19 pada anak menyebabkan 40% diantaranya meninggal dunia.

Perkembangan Covid-19 di negeri ini belumlah mengalami penurunan, Hal ini sudah sepatutnya dijadikan sebagai bahan evaluasi kebijakan yang diterapkan selama ini. Berbagai peraturan yang berubah-rubah belum menemui hasil, tetapi menyebabkan kasus semakin meningkat. Jika ditelusuri sejak awal Pemerintah dalam penanganannya, menerapkan new normal life. Hal ini dengan alasan demi pemulihan ekonomi, namun nyatanya ekonomi masyarakat tetap terpuruk dan hanya menguntungkan para pemilik modal. Kebijakan ini semakin menambah kengerian kasus covid-19, penerapan new normal life ini menjadi penyumbang terbesar laju penularan covid-19 sejak pemberlakuannya setahun lalu.

Kebijakan yang sepertinya timpang sebelah juga menjadi penyumbang gagalnya menghambat laju penularan covid-19. Seperti yang kita ketahui, kebijakan tempat wisata dibuka lebar, mall-mall dibuka dengan bebas sehingga kerumunan masyarakat tak dapat dihindarkan. Juga kedatangan berbagai warga Negara asing, seperti warga Negara India yang bebas masuk Indonesia, padahal pada saat bersamaan di india sedang terjadi tsunami covid-19 varian baru yang tentunya sangat membahayakan masyarakat Indonesia saat WNA India dibebaskan masuk begitu saja. Ratusan TKA China juga dengan bebasnya berlalu lalang, masuk Indonesia. Sedangkan dilain sisi, mudik di Indonesia dilarang, tentu hal ini seperti kebijakan yang tidak konsisten, disatu sisi lalu lintas internasional dibebaskan, tapi dilain sisi lalu lintas domestic dilarang. Akhirnya benar saja, kasus covid-19 varian baru dari berbagai Negara menyerang Indonesia, akibatnya kasus covid-19 pun mengalami kenaikan yang cukup pesat.

Islam punya solusi tuntas

Islam sebagai agama sempurna dan paripurna sejak awal mempunyai solusi dalam menangani pandemi. Islam memberikan perhatian besar terhadap masalah kesehatan, sehingga kebijakan-kebijakan pun akan difikirkan sedemikian rupa untuk kemaslahatan masyarakat. Upaya dilakukan dari langkah promotif, preventif, hingga kuratif.

Didalam islam, individu, masyarakat, dan negara akan mempunyai kesadaran tinggi karena landasan aqidah. Negara akan mengedukasi masyarakat sedemikian rupa untuk menjauhi kerumunan, menerapkan 5M (mencuci tangan,memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi), Negara juga akan melakukan upaya yang disarankan Rasulullah sejak dahulu dalam penanganan wabah yaitu dengan penerapan lockdown sejak awal pandemi, sehingga penularan akan terhindarkan. Negara juga akan disiplin melakukan 3T yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Negara akan memisahkan antara yang sakit dan sehat, pengobatan juga digratiskan, ekonomi masyakarat selama pandemi juga akan diatur sedemikian rupa, sehingga kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Demikianlah islam akan mensolusi permasalahan pandemi, dari ranah individu, masyarakat, hingga Negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan