One Health, Dinas Pertanian dan Pangan Sidoarjo Gelar Seminar untuk Cegah Zoonosis

  • Whatsapp
Suasana saat berlangsungnya seminar pencegahan Zoonosis di sebuah Hotel Aston, Kamis (10/6/2021).(Photo.Ist)

SIDOARJO – Dalam upaya pencegahan dan meminimalisir angka penyakit Zoonosis di kota Sidoarjo, Pemerintah Kota Sidoarjo melalui Dinas Pangan dan Pertanian menggelar Seminar Pencegahan Zoonosis dengan tema “One Health” merupakan kolaborasi yang dilakukan berbagai sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta kesehatan satwa liar, Kamis (10/6/2021) .

Seminar Pencegahan Zoonosis bertempat di Hotel Aston Sidoarjo ini, dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo Subandi , dan didampingi Kepala dinas pertanian pangan Dr.Eni Rustianingsih ST MT, OPD Pertanian Pangan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), pengusaha peternakan, dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), perwakilan komunitas pecinta kucing Sidoarjo (cat community).

Bacaan Lainnya

Sedangkan bertindak sebagai pembicara yaitu drh. Muhammad Munawaroh MM yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ketua Asosiasi Obat Hewan indonesia (ASOHI) drh. Suyut S ilyas.

Dalam paparannya drh. Muhammad Munawaroh menjelaskan bagaimana makanan sehat yang bebas zoonosis, serta potensi hewan Zoonosis pada hewan peliharaan.

Ketum PB PDHI drh.Muhammad Munawaroh MM mengatakan, seminar ini mengangkat tema “One Health” tiga kesehatan hewan, manusia dan lingkungan. “Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini, harus menyatu tidak bisa dipisahkan, 40 persen penyakit manusia itu dari hewan ” ungkapnya.

Yang sering berinteraksi dengan kita, lanjut Munawaroh, ternak yang menghasilkan pangan dan lain sebagainya. ” Tapi terkadang hewan bisa menularkan penyakit pada manusia, begitu juga sebaliknya. itulah yang disebut Zoonosis ” lanjutnya.

Masih Munawaroh, Sidoarjo merupakan kabupaten bebas rabies yang harus kita pertahankan, dan kedepan jangan sampai penyakit hewan ini menular pada manusia. Contohnya toxoplasma merupakan penyakit Zoonosis dari hewan ke manusia. selain itu di Sidoarjo untuk populasi kucing sangat membludak dan untuk mengurangi populasi kucing yakni bisa dicegah dengan sterilisasi.

” Untuk sterilisasi bisa secara rutin tiga bulan sekali untuk mengurangi jumlah populasi kucing, dalam hal ini Dinas pertanian dan pangan bisa mengadakan Subsidi steril untuk kucing domestik, sedangkan harapan saya Sidoarjo menjadi Pionir yang peduli pada penyakit zoonosis ,selain itu untuk Puskeswan bisa berkembang menjadi klinik hewan supaya pelayanannya bisa maksimal ” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Sidoarjo Dr.Eni Rustianingsih ST.MT., saat disinggung mengenai hewan kurban Hari Raya idul Adha yang akan datang mengatakan, kita akan mengupayakan untuk tiap kecamatan dikumpulkan pedagang untuk dilakukan pengecekan pada hewan Qurban apakah sehat dan layak diperjual belikan.” kerjasama dengan PDHI, dan tidak perlu datang satu persatu, ini masih kita sinergikan dan koordinasikan dengan bapak bupati serta dokter hewannya” urai Eni Rustianingsih.

” Pemeriksaan hewan qurban bertujuan memastikan hewan qurban dalam keadaan sehat dan kita beri label sehat (apakah layak dipotong) serta layak dikonsumsi” jelas Eni Rustianingsih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan