Ini Pesan Penting Pemdes Karangdowo saat Tarling

  • Whatsapp
Abdul Jais, Kasi Pelayanan dan Kesra Pemdes Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal (Foto : Mukti Ansori/Portal Indonesia)

KENDALIportal-indonesia.com-  Pemerintah Desa Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal melakukan tarawih keliling (tarling) di masjid dan mushola yang berada di wilayahnya, Kamis, (22/4/2021) malam.

Tarling yang dilakukan oleh Pemdes Karangdowo itu merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini, disamping sebagai salah satu upaya pemerintah desa mendekatkan diri kepada warganya, juga sebagai wahana untuk mensosialisasikan program – program yang penting bagi masyarakat.

Atas nama Kepala Desa Karangdowo, Abdul Jais selaku Kasi Pelayanan dan Kesra Desa Karangdowo, pada acara kultum tarawih keliling hari Kamis malam Jum’at di Masjid Baiturrahman, menyampaikan beberapa hal yang penting untuk masyarakat desa Karangdowo, antaralain:

Pertama, Pemerintah Desa Karangdowo mengingatkan pada masyarakat untuk selau mematuhi prokes dalam menjalankan aktivitas sehari- hari, karena covid-19 belum berakhir. Prokes yang dimaksud yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Pandemi covid-19 belum berakhir, karena itu mari jaga kesehatan kita dan keluarga serta orang – orang yang berada disekiling kita, agar terhindar dari virus Corona-19 dengan mematuhi prokes 5 M,” ajak Jais pada jamaah salat tarawih.

Kedua, bahwa SPPT Pajak taun 2021 dalam waktu dekat akan dibagikan kepada warga. “Nanti, pada saat petugas desa sudah membagikan SPPT pada warga dan ternyata masih ada warga yang belum menerima SPPT nya bisa lansung datang ke Balai Desa Karangdowo, untuk meminta SPPT yang belum diterimanya.” paparnya.

Kemudian, lanjut Jais bahwa, untuk pembayaran SPPT Pajak bisa melalui Kofita selaku Koordinator Perkring masing -masing.  “Dan setelah setor, warga diminta untuk jangan lupa meminta tanda bukti pembayaran SPPT yang ditandatangani oleh petugas penerima,” jelasnya kepada masyarakat

Tidak hanya di Balai Desa, masyarakat juga bisa membayar SPPT Pajak melalui Bank Jateng, Kantor Pos dan agen-agen pembayaran lainnya.

“Pokoknya untuk pembayaran SPPT Pajak sekarang banyak kemudahan demi kelancaran masyarakat agar tepat waktu dalam membayar pajak. Karena terlambat membayar pajak maka akan dikenai denda,” katanya

Ketiga, dalam waktu dekat , Pemerintah Desa Karangdowo akan melaksanakan pendataan SDGs ( Sustainable Development Goals ).

Dalam kultumnya, Jais menerangkan,
SDGs ini merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.

Sedangkan yang di maksud dengan SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Agar SDGs Desa ini terwujud, Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi mengeluarkan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang preoritas pengunaan dana desa 2021. Penggunaan dana desa pada 2021 harus mengacu pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Ke-18 SDGs Desa itu adalah:
1. Desa Tanpa Kemiskinan
2. Desa Tanpa Kelaparan
3. Desa Sehat dan Sejahtera
4. Pendidikan Desa Berkualitas
5. Keterlibatan Perempuan Desa
6. Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi
7. Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan
8. Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata
9. Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan
10. Desa Tanpa Kesenjangan
11. Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyaman
12. Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan
13. Tanggap Perubahan Iklim
14. Desa Peduli Lingkungan Laut
15. Desa Peduli Lingkungan Darat
16. Desa Damai Berkeadilan
17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa
18. Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaktif.

“Karena itu apabila ada petugas SDGs yang datang ke rumah- rumah anda dan menyodorkan kertas berupa kuesioner yang harus diisi, masyarakat dimohon kerjasamanya karena pentingnya hal ini,” pinta Jais.

Keempat, pemerintah desa memohon kepada masyarakat untuk menjaga anak-anaknya dari pengaruh Narkoba. Sebab narkoba bisa merusak mental seseorang dan generasi yang akan datang.

“Mari kita jaga anak- anak kita dari pengaruh barang haram ini, dengan pendidikan agama sedari dini agar generasi penerus terhindar dari hal buruk ini.” Ajak Jais. (Mukti)

Tinggalkan Balasan