Dibanjiri Kecaman, Puluhan Mahasiswa di Aceh Berjoget Saat Ramadhan

  • Whatsapp
Sekelompok muda mudi terlihat berjoget saat live music di sebuah Kafe di Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) malam.(Ist)

BANDA ACEH|portal-indonesia.com – Video sekelompok muda mudi berjoget saat live music di Kafe ‘New Soho’ Peunayong, Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) malam, beredar di dunia maya.

Kegiatan yang dibalut dalam konser amal untuk korban bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diselenggarakan oleh perkumpulan mahasiswa dari salah satu universitas di Banda Aceh itu langsung dibanjiri kecaman dari berbagai pihak, salah satunya adalah Sulthan Alfaraby.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, selain menyebabkan keramaian di tengah meningkatnya kasus Covid-19, acara tersebut juga dianggap tidak menghargai bulan suci Ramadan.

Bahkan berbagai kalangan, sambung Alfaraby, ikut menilai kegiatan tersebut tidaklah layak dilakukan oleh mahasiswa di wilayah yang mempunyai aturan syariat Islam.

“Saya menilai aksi ini sungguh memalukan identitas mahasiswa Aceh. Harusnya, mahasiswa ikut menjadi agent of control di tengah masyarakat, bukan malah menjadi ‘agen kerusuhan’, apalagi di tengah pandemi sekaligus bulan suci Ramadhan. Identitas dan marwah mahasiswa Aceh bisa-bisa akan lenyap jika ini terulang lagi,” kata Alfaraby kepada portal-indonesia.com, Jumat (23/04/2021).

Sulthan Alfaraby.(Ist)

Untuk membantu orang yang terkena musibah, lanjut dia, bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak menimbulkan risiko besar di tengah bulan suci Ramadhan Apalagi, mahasiswa adalah orang yang punya beragam ide kreatif.

“8 tahun lalu, saya pernah bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi,” beber Alfaraby.

Alfaraby meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. Selain itu, pihak kampus juga harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan.

“Pemko Banda Aceh dan kepolisian harus menuntaskan kasus ini agar tak menjadi ‘penyakit’ kedepan. Pihak kampus juga harus bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui pihak kampus sebelumnya dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Jangan sampai karena sekelompok mahasiswa itu, usaha orang lain yang rugi karena cafe disegel. Ini kasihan sekali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan