Ulik Misteri Proyek Mangkrak Gedung SMP 1 Kusambi Mubar

  • Whatsapp

OPINI – SMP Negeri 1 Kusambi yang terletak di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) tiba-tiba jadi bahan perbincangan khalayak. Sekolah itu diperbincangkan karena berita proyek pembangunan gedung mangkrak alias belum tuntas.

Berita itu terbit pada Sabtu 6 Maret 2021. Warga netizen lalu menikmati suguhan berita tentang pembangunan lima gedung SMP 1 Kusambi yang mangkrak. Konten berita itu menyoal proyek pembangunan sejumlah gedung SMP 1 Kusambi terbengkalai. Proyek ini mulai dikerjakan pada Juli 2020 silam. Tiga bulan yang lalu kegiatan pembangunan gedung ini telah mandek.

Bacaan Lainnya

Proyek gedung sekolah yang mangkrak ini menyimpan sejumlah misteri. Misteri jumlah anggaran. Misteri nama perusahaan yang mengerjakan proyek itu. Misteri sejauh mana pengawasannya.

Aneka misteri diatas masih menjadi teka-teki. Publik hanya bisa meraba-raba. Masyarakat awam juga hanya bisa mereka-reka. Seputar misteri itu publik kini hanya bisa mengkhayal. Dalam benak publik terus dicecar dengan pertanyaan: mengapa nama perusahaan dan besaran anggaran tak diketahui? Apa sebab musabab proyek ini tak beres?

Selama titik terang belum nampak, publik akan terus mengajukan pertanyaan. Maju satu langkah, publik akan membuat kesimpulan spekulatif. Maju dua langkah, publik akan membuat tuduhan. Maju tiga langkah, publik akan demonstrasi. Dan langkah selanjutnya.

Misteri besaran dana dan nama perusahaan sebenarnya bukan perkara yang sangat sulit untuk diketahui. Tak akan serumit menyelesaikan soal-soal statistik. Soal stastitik yang terbilang sulit sekalipun bisa dijawab oleh ahlinya. Apalagi dalam urusan proyek banyak orang yang paham. Mulai dari proses mengajukan penawaran lelang hingga yang disebut Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan. Aturan dan panduan teknis pelaksanaan proyek, negara telah menyediakannya. Gampang! Kalau semua dijalankan sesuai mekanisme.

Publik masih terusik dengan rasa penasaran akan jawaban dari misteri itu. Sebab telah berbulan-bulan proyek ini jalan jumlah dana dan kontraktor pelaksana tak teridentifikasi. Informasi terkait dua hal itu tak ada daya untuk diungkap.

Dalam era yang terbuka ini tak selayaknya misteri itu tinggal lama dalam kegelapan. Karena publik rindu dengan wajah asli misteri.

Upaya mengulik misteri tersebut dilakukan oleh Politisi NasDem yang juga Anggota DPRD Mubar, La Ode Sariba. Lewat pernyataannya yang disampaikan pada media daring Rabu 10 Maret 2021, Sariba telah menghubungi Satker dari Balai PUPR Sultra. Secara subtansial upaya yang ditempuh oleh Politisi NasDem itu adalah untuk memastikan agar proyek mangkrak ini bisa selamat. Paling tidak, dewasa ini benang kusut itu mulai diurai secara pelan-pelan. Masyarakat pun sudah ada bayangan bagaimana kejelasan proyek mangkrak tersebut kedepan.

Perihal ini pada media topiksultra.com Kepala SMP 1 Kusambi, La Haji memberikan keterangan resmi bahwa proyek tersebut dari PUPR Provinsi Sultra. Ada lima gedung yang dibongkar yakni dua gedung ruang belajar, ruangan dewan guru, gudang dan Mesjid. Lima gedung itu sudah dikerjakan hanya belum selesai. Progresnya bervariasi. Ada yang sudah diatapi, ada yang rata kap dan ada yang baru difondasi.

Hal lain yang dijelaskan oleh Kepala SMP 1 Kusambi adalah dirinya tak tahu menahu apa penyebab sehingga pembangunan gedung itu tak selesai. Ia justru menyarankan agar ditanyakan di PUPR Provinsi Sultra.

Kepala sekolah tidak mendapatkan informasi soal proyek ini. Mengenai anggaran, nama perusahaan yang mengerjakan proyek ini juga tidak tahu.

Kepala sekolah hanya melihat papan proyek. Namun tidak diperhatikan apa nama perusahaannya dan jumlah anggarannya.

Kepala Dinas Pendidikan Mubar, Jamuddin mengemukakan hal serupa. Jamuddin mengaku bahwa proyek pembangunan lima gedung sekolah SMP Negeri 1 Kusambi dikerjakan dari Balai PUPR. Namun ia tidak mengetahui pasti siapa yang melakukan pekerjaan tersebut.

Ia berujar bangunan itu dibongkar tahun 2020. Tapi sampai tahun ini belum tuntas dikerjakan. Atas permasalahan tersebut Jamuddin telah memerintahkan Kepala Sekolah SMP 1 Kusambi, La Haji agar berkordinasi dengan PUPR Sultra. Bahkan Jamuddin akan menempuh jalur hukum bila tak ditindaklanjuti.

Semoga proyek mangkrak pembangunan gedung lima gedung SMP 1 Kusambi ini cepat dituntaskan. Sesulit apapun problemnya diharapkan tetap ada solusi. Solusi dalam arti agar proyek tersebut dapat dirampungkan sesuai aturan yang berlaku. Kita tunggu langkah kongkrit pihak-pihak yang punya kewenangan.

Penulis : La Ode Biku

Pos terkait

Tinggalkan Balasan