Kasus UU ITE: Kuasa Hukum Suci Devita Dorong Pihak Kepolisian, Agar Kasus PNS Zamroni Secepatnya Disidangkan

  • Whatsapp
Soegeng Hari Kartono, Advokat asal Surabaya selaku kuasa hukum Suci Devita Aristianti.

PASURUAN I Portal-indonesia.com – Dengan ditetapkannya status dari saksi menjadi tersangka oleh pihak Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim kepada terlapor atas nama Zamroni (55) terkait dugaan tindak pidana kasus pencemaran nama baik tertanggal 5 Februari 2021 kemarin.

Dalam hal ini Soegeng Hari Kartono selaku kuasa hukum dari pelapor atas nama Suci Devita Aristianti (33) warga asal Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, memberikan sebuah apresiasi kepada pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya juga mendorong, supaya kasus tersebut secepatnya dilimpahkan hingga ke meja hijau agar bisa disidangkan di Pengadilan. Tentunya setelah semua pemberkasan, sudah dianggap lengkap dan memenuhi syarat yang ada.

Dengan begitu, maka selain pihak pelapor mendapatkan kepastian hukum terhadap status tersangka. Juga nama baik pelapor, secepatnya bisa dipulihkan kembali.

“Kami berharap, supaya tersangka Zamroni ini segera di sidangkan di pengadilan untuk mendapatkan putusan yang seadil adilnya. Sehingga klien kami mendapatkan kepastian hukum, tentang perbuatan yang dilakukan oleh tersangka”.

Diketahui, bahwa tersangka Zamroni yang merupakan seorang PNS warga Grati Tunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu dilaporkan oleh Suci Devita Aristianti melalui kuasa hukumnya sejak 11 Juni 2020 lalu yaitu dengan nomor LP.B/106/VI/2020/JATIM/POLRESTA PASURUAN.

Lantaran dianggap tanpa hak telah mendistribusikan sebuah informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik disebuah grup Whatsapp.

Yang mana isi dari pesan Whatsapp itu sendiri berisi sebuah narasi “Hati-hati terhadap kedua orang yang berbaju batik coklat dan baju putih diatas (media foto). Kedua orang itu mengatasnamakan travel telah melarikan uang studi tour dua lembaga SMP Negeri di Kabupaten Pasuruan. Dan sudah ditangkap oleh Polresta Pasuruan. Waspada…!!! Tolong share ke grup yang anda punya, agar tidak terjadi korban-korban berikutnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka Zamroni terancam dijerat dengan pasal 27 ayat 3 Undang Undang nomor 19 tahun 2016, yaitu tentang perubahan atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi electronik.

Lebih lanjut Soegeng Hari Kartono menginginkan; “Kaitan hal ini, tentu kami juga sangat menginginkan supaya nama baik klien kami yang bernama Suci Devita Aristianti secepatnya bisa dipulihkan”. Pungkasnya. (Eko/Ghana)

Tinggalkan Balasan