Peternakan Babi di Dusun Rantau Ikil Bakal Ditutup, Ini Hasil Kesepakatannya

  • Whatsapp

Rombongan saat di lokasi peternakan babi yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Km 46, Pelangko, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

MUARA BUNGO|portal-indonesia.com – Menerima pengaduan terkait peternakan babi yang dianggap meresahkan warga, pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Muara Bungo pada Senin (22/2/2021) turun ke lokasi peternakan babi yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Km 46, Pelangko, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Sebelum turun ke lokasi peternakan babi, rombongan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Bungo yang dipimpin oleh Engga Tri Wahyudi bersama staf berkunjung ke kantor RIO Rantau Ikil.

Setibanya di RIO Rantau Ikil, rombongan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Bungo langsung disambut oleh H.Alkahfi selaku Kepala RIO Rantau Ikil bersama Camat Jujuhan yang diwakili oleh Sekretaris Camat Jujuhan, Desrizal Junaifi.

Setelah melakukan pertemuan di kantor RIO, rombongan langsung ke Polsek Jujuhan untuk berkoordinasi sebelum turun ke lokasi peternakan babi.

Di Polsek Jujuhan, rombongan disambut langsung oleh Kapolsek Jujuhan yang diwakili oleh Wakapolsek iptu Iqbal Harahap dan Kanit Intelkam Polsek Jujuhan.

Setelah itu, rombongan menuju lokasi peternakan babi.

Kedatangan rombongan langsung disambut pemilik peternakan babi, yakni Pangaribuan bersama istri.

Di lokasi peternakan juga tampak hadir pihak pemerintah desa, dan Babinsa desa setempat.

Tak lama kemudian, dilakukan musyawarah untuk membahas terkait keberadaan ternak babi di daerah tersebut.

Pangaribuan mengatakan bahwa dirinya siap untuk mengosongkan lahan kandang ternak babi miliknya. “Asal ada kesepakatan kedua belah pihak biar sama-sama enak,” tambah Pangaribuan.

Sementara perwakilan dari BPD dan Pemerintahan Dusun Rantau Ikil, Hj Sarifah mengatakan, bahwa pihaknya dalam hal ini sudah mengadakan rapat dan hasil keputusan dari rapat tersebut, yakni peternakan babi itu setidaknya sudah dikosongkan dalam waktu satu bulan ini.

“Hasil dari pertemuan ini akan kami bawa ke rapat dusun lagi nantinya,” kata Hj Sarifah.

Sementara itu dari pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Muara Bungo, Engga tri Wahyudi mengatakan, hasil dari musyawarah yang dihadiri oleh pihak pemerintah dusun Rantau Ikil dan pemerintah Kecamatan Jujuhan juga Polsek Jujuhan dan Babinsa, telah terjadi kesepakatan.

Hasil kesepakatan untuk menutup usaha peternakan babi, pihak peternak babi akan terlebih dahulu mencari lokasi pindah, dan meminta jangka waktu selambat-lambatnya selama 1 (satu) tahun.

“Kedepannya lagi tidak ada lagi gesekan antara peternak dengan masyarakat. Nantinya juga akan merepotkan pemerintahan kecamatan dan kepolisian. Maka dari itu, kami langsung turun kelapangan untuk bermusyawarah agar tidak ada lagi kesalah pahaman di tengah masyarakat dan ini sudah titik terangnya,” beber Engga tri Wahyudi.

Setelah melakukan pertemuan dan bermusyawarah, rombongan langsung meninjau kandang peternakan babi di bawah pengawalan pihak Polsek Jujuhan. (Almasri)

Tinggalkan Balasan