Partai Demokrat dalam Bayang-bayang: AHY ”King of The King” Demokrat

  • Whatsapp

Dr. Papang Sapari, SH. MH. CMSE (Dosen dan Pakar Hukum Pidana STIH IBLAM Jakarta)


Jakarta | Portal-Indonesia.com – Sekarang saya memang bukan lagi sebagai Anggota Partai Demokrat. Saya hengkang tahun 2015, pada saat Partai Demokrat tidak lagi di bawah
kepemimpinan Bapak Anas Urbaningrum.

Bacaan Lainnya

Namun, sumpah demi Tuhan, sebenarnya jiwa saya sangat Demokrat, hingga sampai saat ini. Saya masih sebagai pengagum Partai Demokrat dan Pengidola Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bagi saya Demokrat adalah SBY. Saya masih tergelitik dengan ulah segelintir tokoh ternama eksternal PD di negeri ini yang konon sebagaimana masih ramai di medsos atas keinginannya merebut Bahtera/Kapal politik Demokrat yang berbendera Idiom Mercy ini.

Padahal mereka tahu bahwa Kapal tersebut dinahkodai oleh Kapten Kapal, Mayor (Pur) Agus Harimurti Yudhoyono yg lebih dikenal dengan AHY. Sah terpilih
secara aklamasi pada saat Kongres ke V tahun 2020 di Surabaya.

Artinya secara politis sang Nahkoda benar-benar terpilih melalui perhelatan yang sudah pasti sesuai perintah AD/ART organisasi Partai Demokrat.

Ini menunjukkan bahwa (the Yuris) kemenangannya sudah tak dapat diragukan lagi keabsahannya.

Ada dua pertanyaan menggelitik hati
dan pikiran saya, skenario apa kira-kira yang ingin dijalankan oleh tokoh eksternal Partai Demokrat
tersebut?

Hal ini menarik untuk dianalisis atau saya mencoba untuk menerka-nerka, apa sebenarnya yang ingin ditampilkan dalam babak-babak drama
pengambilalihan sebuah Partai Politik.

Munkinkah ada hubungannya dengan
Putra Mahkota di Tahun 2024? Sehingga dengan segala daya upaya berusaha menjegal siapapun yang dianggap potensial sebagai pesaingnya?

Atau, hanya semata-mata syahwat politik seorang Tokoh eksternal yang ingin punya kendaraan
sendiri secara instan, sebagai bekal di tahun 2024? Hanya Tuhan yang tahu.

Namun demikian, apapun alasannya baik itu secara politik maupun yuridis, mendongkel kepemimpinan sebuah partai politik, merupakan preseden buruk
terhadap kehidupan demokrasi di indonesia.

Mungkinkah AHY dipersiapkan oleh Partai Demokrat sebagai Tokoh “milenial” yang bisa jadi “pengganjal” serta kompetitor bagi tokoh eksternal untuk 2024? Sehingga AHY harus didongkel dari demokrat agar tidak menjadi pengganjal di kemudian hari.

Kata lain Bahtera dikuasai, nahkoda
dihabisi.

Namun rupanya tokoh eksternal tersebut lupa bahwa Pengurus PD masih banyak
yang loyal dan militan kepada AHY, dan tentunya pengurus PD dari tingkat DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting serta organisasi sayap PD sudah dapat dipastikan siap melawan Tokoh eksternal yang oportunis dan kawan-kawannya yang mencoba mendongkel sang
Ketua Umum mereka.

Pada kenyataanya, AHY memang seorang pemimpin
yang banyak mendapat dukungan dari para seniornya. Hal inilah yang menambah keyakinan AHY untuk mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum.

AHY sebagai pemimpin masa depan, muda, pintar, kreatif dan inovatif untuk bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

AHY adalah ”King of The King” Demokrat.

Dr. Papang Sapari, SH. MH. CMSE (Dosen dan Pakar Hukum Pidana STIH IBLAM Jakarta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan