Menalar Proposisi Anton La Eti dan Polres Muna Dalam Polemik Penangkapan Oknum DPRD Mubar Yang Berjudi

  • Whatsapp

OPINI – Akhir pekan lalu dunia maya riuh. Unggahan akun Anton La Eti di beranda grup Muna Barat Watch sontak membuat netizen terkejut. Di grup Muna Barat Watch itu Anton La Eti menulis status: “Bagimana Kabarnya Dengan Beberapa Oknum Anggota DPRD Muna Barat, yg tertangkap Main judi Kemarin oleh Polres Muna. Wakil Rakyat kerjanya main judi… Di 86 kan kah ini kasus..”

Postingan akun Anton La Eti ini ditanggapi oleh Kepolisian Resort Muna. Adalah Kepala Satuan (Kasat) Resort dan Kriminal (Reskrim) Polres Muna, Iptu Hamka memberikan pernyataan pers perihal unggahan Anton La Eti itu. Hamka melalui media daring telisik.id pada medio 14 Februari 2021 memberikan jawaban.

Bacaan Lainnya

Iptu Hamka membatah bila anggotanya telah melakukan penangkapan terhadap oknum anggota legislatif Mubar bersama beberapa orang saat sedang berjudi.

Kata dia, saat itu pada bulan Desember 2020, anggotanya hendak melakukan pengejaran terhadap salah seorang pelaku penganiayaan. Saat melintas di depan Polsek Tiworo Tengah sekira pukul 19.00 Wita, anggotanya melihat banyak orang di rumah di depan Polsek. Anggotanya pun masuk ke dalam rumah dan menemukan oknum anggota DPRD dan beberapa orang sedang duduk-duduk bercerita.

“Saat anggota masuk, tidak ada aktivitas judi. Mereka hanya bercerita. Karena tidak ada bukti, anggota lalu melanjutkan perjalanan mencari pelaku penganiayaan,” kata Hamka.

Klarifikasi Iptu Hamka yang dimuat di media daring tersebut menegaskan bahwa tak ada penangkapan terhadap oknum anggota DPRD Mubar yang terlibat main judi.

Kalau kita mencermati status Anton La Eti dan pernyataan Iptu Hamka jelas bertolak belakang. Anton La Eti menyebut ada oknum anggota DPRD Mubar tertangkap main judi. Sementara pihak Polres Muna menyatakan sebaliknya tak ada penangkapan.

Dua proposisi itu membingungkan publik. Dari dua proposisi itu belum diketahui mana yang benar, apakah unggahan Anton La Eti atau klarifikasi Polres Muna? Dua premis ini saling berlawanan. Premis yang berlawanan tak akan menemukan koherensi yang logis.

Artinya dua premis itu tak mungkin dua-duanya benar atau dua-duanya salah. Salah satunya harus ada yang benar dan ada yang salah. Supaya ada kejelasan, langkah yang objektif dan bijaksana adalah dilakukan pembuktian.

Pembuktian ini adalah sarana untuk mengungkap kejadian yang sesungguhnya. Ada dua kemungkinan. Apakah bantahan Polres Muna yang benar ataukah unggahan Anton La Eti yang benar.

Publik senantiasa menanti kejelasan perkara ini. Kita berharap semoga kasus ini segera terang benderang.*)

 

Penulis : La Ode Biku

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Portal-indonesia.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan