Ngotot Pilkada Serentak 2024, Istana Ingin Anies Jadi Pengangguran

  • Whatsapp

Anies Baswedan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta


JAKARTA | Portal-Indonesia.com – Sikap Presiden Joko Widodo yang lebih memilih mempertahankan Pilkada Serentak 2024 dan menolak RUU Pemilu, menjadi sinyal Istana ingin mengakhiri karir politik Anies Baswedan di tahun 2022 dengan menunjuk Penjabat gubernur (Pj).

Bacaan Lainnya

Pengamat politik LAWAN Institute Muhammad Mualimin menyebut, sikap Presiden Jokowi yang menolak perubahan pasal pemajuan Pilkada Serentak 2024, bisa menjadi bencana politik bagi kepala daerah yang masa jabatannya habis pada 2022 dan 2023. Sebab kepala daerah tersebut, termasuk Anies Baswedan, bakal jadi pengangguran politik.

‘’Anies jabatannya hanya sampai 2022. Kalau di tahun itu tidak ada Pilkada, ya dia jadi pengangguran politik. Istana sepertinya ingin Anies kehilangan panggung. Kalau Anies lepas jabatan gubernur, pasti citranya jadi merosot. Soalnya sudah bukan siapa-siapa lagi to,’’ kata Direktur LAWAN Institute Mualimin dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, (1/2/2021).

Mualimin mengkritik ucapan Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko yang menyebut Stabilitas Politik dan Keamanan sebagai alasan Jokowi mempertahankan Pilkada Serentak 2024.

Menurutnya, alasan seperti itu mengada-ada, ngawur, dan hiperbola, sebab Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 nyatanya juga sukses dan kondisi negara tetap baik-baik saja.

‘’Pilkada 2020 diprotes banyak pihak, tapi tetap berlangsung. Untungnya tidak ada gejolak atau kerusuhan, karena memang 5 tahun sekali masyarakat merasa harus memilih kepala daerahnya. Jadi, Istana seperti cari-cari alasan untuk tak mau ada Pilkada pada 2022 dan 2023. Padahal banyak kepala daerah yang masa jabatannya habis,’’ ujarnya.

Meski alasan Presiden Jokowi terlalu dibikin-bikin, Mualimin memprediksi keinginan Istana tersebut bakal lancar saja. Sebab DPR RI saat ini isinya mayoritas pendukung pemerintah pusat, sehingga agenda Presiden Jokowi dan PDIP untuk membikin Anies jadi pengangguran bakal sukses besar.

‘’Kemarin 15 orang mantan jubir TKN Pemenangan Pilpres Jokowi-Amin masuk Istana. Mereka sudah menerima pesan presiden, intinya Pilkada Serentak hanya di 2024, sesuai bunyi Undang-Undang Pilkada saat ini. Gelora juga mendukung kemauan Jokowi, karena dia partai baru, butuh waktu lebih banyak untuk mematangkan organisasi dan merekrut kader baru,’’ pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan