Perlu Tindakan Nyata Cegah Bencana Longsor

  • Whatsapp

MALANG RAYA| Portal-Indonesia.com,- Mengantisipasi dini demi keselamatan penghuni yang tinggal persis dibawah tanah perengan. Pemilik usaha kuliner disekitar sungai Sewerage bersama LPMK Tanjungrejo didampingi Wk.Ketua bidang pemberdayaan dan UMKM Nurul Hasanah dan Miftah Arifin dari Indonesia Bekerja (INAKER)PC.Malang Kota bersilaturohmi kepada Supriyanto pemilik rumah yang berdiri dibawah tanah perengan. Kamis(28/01/2021)

Silaturohmi tersebut dalam rangka memberikan penyadaran pentingnya arti keselamatan kepada penghuni rumah agar terhindar dari rawan bencana longsor.

Bacaan Lainnya

” Bu Tia ,kedatangan kami ini untuk meminta kesediaannya,guna para pihak terkait bisa melakukan aksi tindakan pencegahan dari rawan bencana longsor” ujar Nurul dari INAKER menyampaikan pada pemilik rumah.

“Yang penting ada kesediaan dari Bu Tia selaku pemilik rumah,agar manti pihak dinas terkait segera melakukan tindakan pencegahan” sambung Ketua LPMK setempat.

” Mohon maksud baik kedatangan kami semua dan mbak Dini selaku pemilik usaha kuliner ini ditanggapi positip,karena kepedulian demi keselamatan Bu Tia sekeluarga ” tegas Nurul lagi.

“Dulu ditolong dan mendapat ijin dari pak Ri selaku petugas dinas pengairan sehingga bisa mendirikan rumah ini .Dan membayar lima ratus ribu pertahun pada pak Ri karena ini tanahnya milik dinas pengairan” terang tetangga sebelah kepada awak media yang turut hadir dilokasi.

Pantauan hasil silaturohmi itu bahwa pihak pemilik rumah bernama bu Tia warga RT 04/ RW 13 kelurahan Tanjungrejo kecamatan Sukun Kota Malang ,demi keselamatan bersedia dan mempersilahkanapabila pihak terkait melakukan tindakan pencegahan segera.

“Hari ini kita akan sampaikan laporan hasil pertemuan dengan bu Tia selaku pemilik rumah pada pak Lurah dan segera kita musyawarakan dengan pihak rt/rw ” ucap ketua LPMK ,Rofii.

“Yang penting,keselamatan menjadi prioritas.Maka secepatnya dilakukan tindakan nyata” ungkap Dini

“Sesungguhnya,untuk kemanusiaan dan keselamatan.Ada tindakan nyata merelokasi warga disekitar sungai ini karena tidak memenuhi syarat sebagai hunian tempat tinggal.” tukasnya
(galih)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan